Nguri-uri Batik Jogja Melalui Grebeg UMKM DIY 2020 Seri-2

Nguri-uri Batik Jogja Melalui Grebeg UMKM DIY 2020 Seri-2Fashion Show Batik dalam Grebeg UMKM DIY 2020 seri-2 dengan mengusung tema Nguri-uri Batik Jogja: Melestarikan Sumbu Filosofis Yogyakarta, Jumat (9/10/2020). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo.
10 Oktober 2020 06:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan DIY, turut mendukung pelestarian Batik Jogja, salah satunya diwujudkan dengan Grebeg UMKM DIY 2020 seri-2 dengan mengusung tema Nguri-uri Batik Jogja: Melestarikan Sumbu Filosofis Yogyakarta, Rabu (7/10/2020) hingga Jumat (9/10/2020).

Tema yang diusung sejalan dengan dengan perayaan Hari Batik Nasional yang jatuh pada Jumat (2/10) dan optimalisasi penggunaan gedung Heritage Kantor Perwakilan BI DIY yang merupakan salah satu ikon wisata budaya di sumbu filosofis.

Kegiatan Nguri-uri Batik Jogja merupakan salah satu upaya kontribusi BI dalam rangka turut melestarikan kain tradisional dan budaya Jogja. Kegiatan ini juga sebagai rangkaian acara Grebeg UMKM DIY 2020 dan Karya Kreatif Indonesia 2020 serta dalam rangka memperingati Hari Batik Dunia, di mana Kantor Perwakilan BI DIY kembali menggelar Premium Expo UMKM DIY di Gedung Heritage Bank Indonesia Yogyakarta. Jika sebelumnya Expo banyak menampilkan craft, kali ini produk premium yang akan ditampilkan adalah kain tradisional batik.

“Kami ingin memperhatikan pengrajin batik yang selama pandemi terkena dampak, karena tidak ada yang beli. Kami mengadakan lelang tadi. Tujuan di tengah pandemi ini kita harus tetap survive mendorong mereka untuk tetap berkarya, jangan sampai keahlian mereka karena frustasi hilang,” ucap Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan, Jumat (9/10/2020).

Pada event Grebeg UMKM DIY 2020 Seri 2 kali ini produk-produk pilihan yang berkualitas dari UMKM DIY ditampilkan secara fisik dan virtual melalui web www.grebegumkmdiy.com. Web ini adalah showcase Produk Premium UMKM DIY. Seluruh produk ditampilkan dalam bentuk e-catalog maupun video yang atraktif dan dilengkapi dengan profil dan product knowledge UMKM.

Ke depan, web ini akan terus berkembang dan diharapkan akan semakin banyak UMKM Premium DIY yang bisa ditampilkan. Web ini nantinya akan menjadi portal informasi untuk kepentingan business matching potential buyer baik dalam negeri maupun luar negeri, e-commerce platform, perbankan atau fintech dan kepentingan bisnis lainnya. BI DIY juga menggandeng tambahan beberapa UMKM Premium DIY untuk masuk ke website grebegumkmdiy.com untuk memperkaya show case premium produk UMKM DIY.

Untuk memeriahkan event ini, KPw BI DIY menggandeng Komunitas Sekar Jagad DIY, yaitu Komunitas pecinta batik DIY, untuk berkolaborasi. Meski pandemi, komunitas Sekar Jagad DIY tetap produktif berkegiatan, diantaranya adalah pendampingan pelatihan pembuatan batik Covid-19 kepada UMKM batik dan lelang batik Covid-19. Terdapat 110 karya kreatif pembatik di masa pandemi ini yang berasal dari empat Kabupaten dan satu Kota di DIY.

Lelang batik pandemi Covid-19 diselenggarakan tiga hari berturut-turut pada Rabu (7/10/2020) - Jumat (9/10/2020), dengan hasil lelang Rp58,4 juta. Hasil lelang ini kemudian akan digunakan untuk pembinaan para pembatik selanjutnya, yaitu berupa fasilitasi peralatan membatik. Dukungan Bank Indonesia DIY dalam kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya untuk mendorong pengrajin batik tetap produktif di tengah pandemi.

Pada kesempatan yang sama, KPw BI DIY dan Paguyuban Sekar Jagad DIY memperkenalkan Batik Tulis Nitik Yogyakarta, yaitu satu-satunya motif batik di Yogyakarta yang telah memperoleh Indikasi Geografis (IG) pertama di Indonesia. Batik tulis Nitik Yogyakarta merupakan hasil karya dari perajin di dusun Kembangsongo. Kain batik tulis Nitik Yogyakarta diproduksi sesuai standar SNI dengan motif nitik. Kain yang digunakan untuk dibatik berasal dari serat nabati (kain mori, kain kapas grey), serat hewani (sutera) atau serta buatan (rayon). M

enutup event Grebeg UMKM DIY 2020 Seri-2, diselenggarakan Fashion Show Batik Yogyakarta Jumat (9/10), yang dihadiri oleh Wakil Ketua Dekranasda dan Penasehat PPBI Sekar Jagad DIY, Gusti Kanjeng Bendara Raden Ayu Adipati Paku Alam (GKBRAA Paku Alam). Fashion show kali ini menampilkan Batik Nitik Yogyakarta, Galery Batik Jawa, Apips Batik, Sogan Batik dan New Exotic Batik.

Melalui event ini, diharapkan dapat turut melestarikan budaya, khususnya kain tradisional Yogyakarta. Selain itu, UMKM DIY yang potensial dapat terseleksi dan terdata dengan komprehensif, sehingga dapat didorong untuk naik kelas menghasilkan produk premium yang mendukung sektor pariwisata dan ekspor DIY.

GKBRAA Paku Alam menyambut baik gelaran ini. “Acara ini luar biasa, harapan setiap tahun diadakan untuk UMKM batik kita, kalau tidak menghargai karya batik, siapa lagi. Pembatik kita kalau tidak ada jual beli pasar, kasihan sekali mereka. Saat ini membahagiakan mereka agar bisa membatik lagi,” ucapnya.

Ketua III PPBI Sekar Jagad Afif Syakur juga menyambut baik gelaran ini. Menurutnya kegiatan ini sangat membantu para pembatik yang mengalami kendala saat pandemi Covid-19. “Grebeg identi dengan Jogja, batik ini nguri-uri kabudayan. BI mewujudkan jendela etnik Jogja, dan membantu para pembatik di tengah pandemi,” ucapnya.