Bisnis Baru Muncul Selama Pandemi, Ini Penyebabnya

Bisnis Baru Muncul Selama Pandemi, Ini PenyebabnyaIlustrasi entrepreneur muda sedang rapat - JIBI
10 Oktober 2020 07:47 WIB Dewi Andriani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan dan membuka peluang bisnis.

Banyak hal-hal tak terduga yang terjadi di masa pandemi ini, mulai dari booming-nya resep masakan dan minuman seperti Dalgona Coffee, munculnya hobi-hobi baru, hingga banyak yang banyak yang mendengarkan musik nostalgia di Spotify.

Namun, ada satu hal yang kurang disadari yakni terjadinya lonjakan jumlah startup yang terjadi dalam satu generasi. Hal ini terlihat dari aplikasi pendaftaran pajak dari pemerintah America Serikat yang biasanya menampilkan pembentukan perusahaan, baru-baru ini mencapai tingkat kuartalan tertinggi dalam catatan.

Beberapa di antaranya mungkin mewakili orang-orang yang mencoba mengklaim dana stimulus, dan simpanan aplikasi yang belum diproses dan telah menumpuk di bulan Maret dan April. Meskipun demikian, mereka juga mencerminkan peningkatan nyata dalam kewirausahaan Amerika.

Berdasarkan survei berbeda, Goldman Sachs, sebuah bank, menemukan bahwa pangsa responden yang memulai bisnis baru dalam tiga bulan terakhir juga meningkat tajam. Bukti lain menunjukkan bahwa banyak orang Amerika yang saat ini bekerja untuk diri mereka sendiri, meskipun secara keseluruhan pengangguran tetap tinggi.

Dalam resesi terakhir, jumlah aplikasi bisnis dengan “kecenderungan tinggi” menurun tajam. Begitu pula selama empat dekade terakhir, tingkat penciptaan bisnis baru telah menurun. Fakta ini menunjukkan bahwa Amerika tiba-tiba memulihkan kewirausahaannya sangat menarik, karena tampaknya tidak ada hal serupa yang terjadi di tempat lain di dunia kaya.

Meskipun telah terjadi lonjakan startup tetapi tidak bisa menutupi semua permasalahan yang ditimbulkan akibat lockdown dan jarak sosial. “Jumlah keseluruhan perusahaan yang mempekerjakan pekerja hampir pasti tetap lebih rendah daripada sebelum pandemi, karena begitu banyak yang bangkrut,” ujar John Haltiwanger dari University of Maryland seperti dikutip dari economist.com.

Namun yang perlu mendapatkan perhatan bahwa ledakan jumlah kewirausahaan ini menjadi pertanda baik untuk masa depan. Pemulihan dengan banyak perusahaan rintisan cenderung lebih kaya akan pekerjaan daripada yang tidak, karena perusahaan ini biasanya berusaha untuk berkembang, merekrut staf baru.

“Bicaralah dengan pemilik perusahaan baru, dan sulit untuk tidak merasa optimis tentang prospek ekonomi Amerika,” ujar Matt, yang bersama istrinya Thao baru saja membuka Smokin Beauty, kedai BBQ yang terinspirasi Vietnam di Austin.

Para ekonom belum tahu apa yang memicu ledakan kewirausahaan di Amerika. Namun paket penyelamatan ekonomi yang disahkan oleh Kongres pada bulan Maret mungkin memainkan peran terbesar.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia