Sektor Pertanian Dorong Pemulihan Kinerja Ekspor

Sektor Pertanian Dorong Pemulihan Kinerja EksporKepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto memberikan keterangan saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (1/7 - 2020).
15 Oktober 2020 23:27 WIB Maria Elena Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA-Dibandingkan Agustus 2020, kinerja ekspor meningkat sebesar 6,97% secara bulanan (month-to-month/mtm). Peningkatan ekspor banyak didorong sektor pertanian.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor pada September 2020 sebesar US$14,01 miliar. Kepala BPS Suhariyanto mengatakan perkembangan kinerja ekspor pada September 2020 cukup baik, yang didorong oleh kenaikan ekspor migas maupun nonmigas.

"Ini irama yang menggembirakan baik dari sisi migas maupun nonmigas dengan kenaik 6,97 persen," katanya dalam konferensi pers virtual, Kamis (15/10/2020).

Sementara itu, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, kinerja ekspor masih mencatatkan penurunan, namun sangat tipis, yaitu turun 0,5% secara tahunan (year-on-year/yoy).

"Dengan melihat ini, posisi ekspor kita pada September 2020 sudah hampir sama dengan September 2019. Pada September 2020 total nilai eskpor US$14,01 miliar, pada September 2019 US$14,08 miliar. Masih turun, tapi sangat tipis," jelasnya.

Berdasarkan sektor, Suhariyanto menjelaskan sektor yang mengalami pertumbuhan yang tinggi, yaitu sektor pertanian, sebesar 20,84% mtm atau 16,22% yoy.

Beberapa hasil sektor pertanian yang naik cukup besar, di antaranya produk hortikultura, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan, kopi, lada, serta udang hasil tangkap.

Adapun, kenaikan eskpor hasil pertanian secara tahunan dikontribusi oleh kenaikan ekspor beberapa komoditas, seperti sarang burung, udang hasil tangkap, cengkeh, sayuran, dan lada hitam.

Kenaikan yang konsisten tersebut pun kata Suhariyanto diiringi dengan penurunan kontribusi sektor pertambangan, sehingga menyebabkan kontribusi pertanian terhadap total ekspor merangkak naik.

"Share pertanian terhadap total ekspor pada September 2019 baru 2,5%, naik jadi 2,95% di September 2020," jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis.com