Dorong Dunia Pendidikan di Era Digital

Dorong Dunia Pendidikan di Era DigitalIlustrasi Kantor layanan BPD DIY Syariah di UAD.
23 Oktober 2020 06:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Setiap tahun ajaran baru, DIY selalu kedatangan mahasiswa baru dari luar daerah. Tidak heran sebutan Kota Pendidikan masih lekat dengan DIY. Kelancaran dunia pendidikan tidak lepas dari berbagai pihak, termasuk di dalamnya Bank BPD DIY Syariah yang juga mengambil peran mendukung dunia pendidikan.

Bank BPD DIY Syariah turut mendukung sejumlah kampus ternama di DIY, seperti halnya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Gayung bersambut, respons akademisi kampus pun sangat baik.

Seperti diungkapkan Rektor UMY, Gunawan Budiyanto, yang mengungkapkan kerja sama yang dijalin UMY dan BPD DIY Syariah, kurang lebih empat tahun terakhir berlangsung sangat baik. BPD DIY Syariah juga turut mendukung kelancaran kegiatan pengabdian mahasiswa.

“Bank BPD DIY Syariah itu kan juga mendukung mengelola kegiatan mahasiswa termasuk beasiswa, kemudian KKN tematik. BPD DIY Syariah itu sangat cepat responnya jika diajak mendukung kegiatan mahasiswa ini,” ujar Gunawan, Kamis (22/10).

Dukungan tersebut tidak hanya di sekitar Pulau Jawa tetapi BPD DIY Syariah juga mendukung mahasiswa yang melakukan KKN di luar Jawa. Seperti halnya saat mendukung mahasiswa yang melakukan kegiatan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

“Sangat mendukung program pengabdian. Beberapa di antaranya sunatan massal, kemudian pendampingan program kesehatan masyarakat,” ucapnya. BPD DIY Syariah juga mendukung dalam pembayaran gaji karyawan, dosen. Selain itu, memudahkan mahasiswa untuk melakukan proses pembayaran biaya pendidikan. Ditaksirnya ada sekitar 8.000-9.000 mahasiswa yang memanfaatkan Bank BPD DIY Syariah untuk melakukan pembayaran biaya pendidikan.

Gunawan mengatakan sebagai bank milik daerah, dirasanya juga lebih aman. Hingga saat ini tidak pernah ada masalah, kalau pun ada kendala. Ia mengatakan respons cepat dari Bank BPD DIY Syariah.

Dia berharap BPD DIY Syariah juga terus berkembang, mengembangkan potensi digital yang telah dimilikinya serta tetap menjaga hubungan sebagai dengan pihak lain sebagai mitra, bukan menjadi client.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Pengembangan Karier UII, Zaenal Arifin, menuturkan kerja sama UII dengan BPD DIY Syariah secara umum berlangsung sangat baik dan paling lengkap. Bahkan di UII pun sudah ada Kantor Cabang Pembantu BPD DIY Syariah, yang dapat melayani kebutuhan tenaga pengajar, karyawan maupun mahasiswa.

BPD DIY Syariah turut mendukung kelancaran perkuliahan mahasiswa yang jarang diberikan oleh bank lain, termasuk juga ada beasiswa yang diberikan. “Harapannya sinergitas terus berjalan, BPD DIY Syariah terus berkembang. Walaupun bank daerah tetapi BPD DIY Syariah fasilitas sudah nasional,” ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Keuangan Kehartabendaan dan Administrasi Umum Utik Bidayati mengatakan kerja sama yang dijalin antara BPD DIY Syariah dan UAD hingga saat ini berlangsung sangat baik. Seperti payroll yang dirasakan manfaat akhirnya karena civitas kampus lebih dimudahkan. “Ada sekitar 75-80 persen dosen dan tenaga kependidikan yang menggunakan. Mahasiswa SPP kurang lebih 20 persen yang menggunakan. Perkembangan teknologi digital memang harus didorong karena sangat membantu itu,” ucap Utik.