Sri Mulyani: Ekonomi Syariah Sesuai dengan Kearifan Lokal

Sri Mulyani: Ekonomi Syariah Sesuai dengan Kearifan Lokal Sri Mulyani dan suami dalam silaturahmi daring Idulfitri 1441 H Kementerian Keuangan. - JIBI/Bisnis.com
24 Oktober 2020 20:47 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan ekonomi syariah mampu menjadi sumber baru pertumbuhan ekonomi nasional dan sesuai kearifan lokal.

“Keunikan yang dimiliki sistem ekonomi keuangan syariah terletak pada nilai-nilai yang sejalan dengan kearifan lokal masyarakat,” katanya pada sambutan virtual Sabtu (24/10/2020).

Kementerian Keuangan sebelumnya merevisi angka pertumbuhan ekonomi menjadi -1,7 persen sampai 0,6 persen dari sebelumnya -1,1 persen sampai 0,2 persen. 

Penurunan prospek pertumbuhan Indonesia pada tahun 2020 sebagian disebabkan oleh kasus Covid-19 yang masih eskalatif.

Sri Mulani menjelaskan bahwa kearifan lokal dalam ekonomi syariah meliputi kejujuran, keadilan, tolong-menolong, profesional, dan keberpihakan pada kelompok lemah. Menurut Sri Mulyani, kearfikan lokal tersebut  dapat membantu memulihkan ekonomi nasional.

Akan tetapi peran ekonomi syariah belum optimal. Pemerintah saat ini berkomitmen mengembangkan hal tersebut. Bentuk nyatanya melalui pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang dipimpin langsung oleh presiden.

Ke depan tambah Sri Mulyani, kiprah KNEKS dalam melakukan terobosan dan inovasi di dalam ekonomi dan keuangan syariah akan sangat dinantikan seluruh umat dan masyarakat Indonesia.

“Dengan demikian makna Islam sebagai rahmatan lil alamin dan solusi bagi masalah ekonomi dan keuangan dan sosial umat akan dapat dirasakan,” jelasnya.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia