Advertisement
Ekspor Bermanfaat bagi Bisnis Berskala Kecil
Pekerja berada di depan peti kemas yang ditumpuk di Pelabuhan Yangshan Deepwater, Shanghai, China, Senin (23/3/2020). Bloomberg - Qilai Shen\\n
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA-Ketika kondisi perekonomian dilanda resesi pemilik usaha kecil bisa mendiversifikasi basis pasar mereka dengan mengekspor produk atau layanan mereka.
Banyak usaha kecil tidak akan menganggap diri mereka sebagai eksportir, tetapi kenyataannya kegiatan perdagangan saat ini sudah bergerak lebih luas, meskipun dalam skala kecil.
Advertisement
Bisnis kecil begitu sibuk menjalankan operasi sehari-hari sehingga mereka tidak mempertimbangkan potensi ekspor mereka.
Seringkali, perusahaan menganggap ekspor terlalu membebani, atau mereka tidak mengetahui layanan ekspor dan pembiayaan yang ditawarkan oleh pemerintah. Tetapi masih banyak lagi alasan mengapa bisnis kecil harus dimulai.
Dilansir melalui Order Space, berikut adalah enam alasan mengapa perusahaan kecil harus mempertimbangkan ekspor sebagai cara untuk memperluas basis penjualan dan mengurangi dampak penurunan ekonomi.
1. Permintaan yang Lebih Tinggi
Warisan, cerita, atau reputasi negara Anda bisa menjadi nilai jual tinggi saat berdagang di luar negeri. Misalnya, Merek Indonesia makin diminati di beberapa negara, sehingga frasa Made in Indoensia dapat memberikan jenis produk tertentu keunggulan dibandingkan barang serupa yang dibuat di tempat lain.
2. Keuntungan Meningkat
Secara rata-rata, bisnis eksportir tumbuh lebih cepat, menghasilkan lebih banyak penjualan, dan mempekerjakan lebih banyak orang. Apa yang tidak disukai tentang itu?
3. Diversifikasi Risiko
Persebaran geografis yang lebih luas mengurangi dampak dari penurunan atau krisis lokal.
4. Menurunkan biaya produksi
Peningkatan penjualan seharusnya menghasilkan biaya produksi yang lebih rendah karena Anda dapat memesan dalam jumlah yang lebih banyak.
5. Pendidikan & Inovasi
Anda akan dihadapkan pada cara baru dan berbeda dalam melakukan sesuatu, teknologi baru, dan lain lain. Hal ini akan menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik.
6. Peningkatan Umur Relevansi Produk
Anda dapat menghindari siklus hidup standar suatu produk (peluncuran - pertumbuhan - maturity - penurunan) dengan mendorong peluncuran di lokasi yang berbeda. Jadi, saat produk mencapai maturity relevansi di pasar domestik, Anda dapat memperkenalkannya ke tempat lain.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Harga Emas Antam 8 April Melonjak Tajam, Nyaris Sentuh Tiga Juta
- Rupiah Tembus Rp17.000 per Dolar AS, Ini Rencana Bank Indonesia
- Harga Emas Antam Melonjak, Tembus Rp2,85 Juta per Gram
- Purbaya Pastikan Harga BBM Subsidi Tidak Naik hingga Akhir 2026
- Forbes April 2026: Kekayaan Elon Musk Tembus Rp13.746 Triliun
Advertisement
Lusa! Band Punk Booze & Glory Tampil di Parkir Stadion Maguwoharjo
Advertisement
Greenhouse Melon Ketitang Jadi Daya Tarik Baru Wisata di Klaten
Advertisement
Berita Populer
- Rangkaian Poin Penting dari Peresmian Pabrik Listrik di Magelang
- Harga Kedelai Naik Perajin Tempe Dorong Produksi Kedelai Lokal
- Plastik Naik Dua Kali Lipat, Usaha Jogja Mulai Tertekan
- Prabowo Gagas Pusat Avtur dari Sawit dan Jelantah
- Guru Besar UMY: Defisit APBN Melebar Kebijakan BBM Masuk Zona Risiko
- OJK DIY Soroti Kesenjangan Literasi dan Akses Keuangan Syariah
- Harga Minyak Dunia Turun, Dampak ke BBM dan APBN Terasa
Advertisement
Advertisement







