Pengurus Baru Asita DIY Komitmen Dukung Pencegahan Penyebaran Covd-19

Pengurus Baru Asita DIY Komitmen Dukung Pencegahan Penyebaran Covd-19Ketua Asita DIY, Hery Setyawan, seusai dilantik untuk menjabat ketua Asita DIY periode 2020-2025. - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
04 November 2020 18:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Resmi dilantik, pengurus Association of The Indonesian Tours & Travel Agencies (Asita) DIY, berkomitmen mendukung pencegahan penyebaran Covid-19.

Ketua Asita DIY periode 2020-2025 Hery Setyawan mengatakan di tengah kondisi pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya masih fokus membantu pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Untuk bisnis belum berjalan seperti biasa. Saat ini lebih banyak membantu pemerintah dalam monitoring dan evaluasi protokol pencegahan Covid-19. Bagaimana pun kami membangun pariwisata yang berkelanjutan,” ucap Hery, seusai pelantikan di GM Production, Jalan Perumnas Mundusaren No. 236 Caturtunggal, Depok, Sleman, Selasa (3/11/2020).

Penegakan protokol yang dimaksud Hery setidaknya 3M, mulai dari memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan. Dalam kegiatan pelantikan pengurus Asita DIY sendiri juga dilakukan dengan penerapan protokol. Tamu yang diundang terbatas, sebagian tamu diundang secara virtual.

Hery berharap dengan kepatuhan protokol pencegahan Covid-19 yang terus didorong, dapat mengurangi penyebaran Covid-19, dan wisatawan dapat kembali datang dan ekonomi bergerak. Untuk sementara, memasuki adaptasi kebiasaan baru, dikatakannya anggota dari Asita juga melakukan inovasi. “Sudah ada yang melakukan inovasi dengan paket perjalanan virtual,” ucapnya.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan kepengurusan saat ini memang menghadapi tantangan yang cukup berat. “Tren wisata berubah, lebih pada wisatawan jumlah kecil. Selain itu saat ini juga perlu pola kerja digital minded. Terobosan inovasi sangat penting,” ucap Singgih.

Singgih juga selalu menekankan bahwa penerapan Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE) harus selalu menjadi perhatian. Sehingga tidak ada klaster ataupun kasus dari sektor pariwisata.