Advertisement
Grab Investasi di Link Aja, Nasib OVO Belum Jelas
Pelanggan menggunakan aplikasi LinkAja di salah satu outlet JNE di Jakarta, Senin (10/2/2020). - JIBI/Bisnis.com/Arief Hermawan P
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Dompet digital yang dimiliki kongsi Bank BUMN dan PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), Link Aja, menggandeng Grab dalam ekosistem perusahaan.
Grab adallah perusahaan layanan ride hailing asal Malaysia. Perusahaan ini juga menjalankan bisnis pengantaran makanan, tiket, pulsa bahkan layanan kesehatan.
Advertisement
Sementara Link Aja, dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk., PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. masing-masing menguasai sekitar 20 persen. Sedangkan Telkomsel memiliki 25 persen saham.
"Grab memimpin tahapan seri B ini selaku pemegang saham minoritas. Ini adalah pertama kalinya LinkAja menerima investasi dari perusahaan swasta yang merupakan perusahaan teknologi besar," kata laman Linkedin perusahaan, Rabu (11/11/2020).
Selain Grab, pendanaan ini juga mengikutkan Telkomsel, BRI Ventura Investama dan Mandiri Capital Indonesia.
"Pendanaan ini menyepakati total komitmen hingga sekitar US$100 juta yang akan dimanfaatkan untuk mengakselerasi pertumbuhan LinkAja menjadi pemimpin teknologi finansial nasional yang berfokus terutama bagi konsumen kelas menengah dan UMKM di Indonesia," katanya.
Dengan masuknya Grab ke Link Aja, bagaimana dengan OVO yang selama ini menjadi dompet digital yang diandalkan perusahaan? JIBI melayangkan pertanyaan pada Sinta Setyaningsih, Head PR OVO atas kelanjutan dompet digital perusahaan atas aksi Grab ini, namun sampai berita ini diturunkan ia belum memberikan respon meski terdapat dua centang biru menandakan ia telah membaca pertanyaan yang disampaikan.
Di kesempatan lain, Managing Director of Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan bersama Kementerian BUMN dan BUMN terkait yang membangun LinkAja berkomitmen untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan ekosistem startup di Indonesia.
"Kami memilih untuk berinvestasi di LinkAja karena secara bersama kami dapat mengakselerasi tujuan dalam mempercepat inklusi finansial di Indonesia," kata Neneng.
Menurutnya, kolaborasi strategis antara LinkAja dan ekosistem digital Grab yang di dalamnya termasuk OVO dan Tokopedia memungkinkan untuk menyediakan beragam layanan cashless bagi semua lapisan masyarakat Indonesia dengan aman, nyaman dan mudah diakses.
Investasi strategis dari Grab meliputi berbagai sinergi dan potensi kolaborasi yang luas bagi kedua pihak. Sinergi dan kolaborasi dalam hal akses ekosistem maupun teknologi diharapkan dapat mempercepat dan meningkatkan inklusi keuangan bagi masyarakat Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Advertisement
Jadi Primadona, Umbul Pelem Klaten Raup Omzet Miliaran Sepanjang 2025
Advertisement
Berita Populer
- Harga Emas Pegadaian Hari Ini Naik, UBS dan Galeri24 Kompak Melonjak
- Libur Nataru, Konsumsi Pertamax Naik 3,5 Persen
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
Advertisement
Advertisement




