BRI Yogyakarta Terus Konsisten Genjot Kapasitas UMKM

BRI Yogyakarta Terus Konsisten Genjot Kapasitas UMKM(Dari kiri ke kanan) Wakil Pemimpin Wilayah Bidang Operasional Kanwil BRI Yogyakarta, Joko Sudarmo, Wakil Pemimpin Bidang Bisnis Wilayah Kanwil BRI Yogyakarta, Suwarya, Pemimpin Wilayah Kanwil BRI Yogyakarta, Erizal, dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY, Aris Riyanta. - Istimewa/BRI Yogyakarta
14 Desember 2020 19:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank BRI Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta terus konsisten membantu perkembangan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di tengah pandemi.

Pemimpin Wilayah BRI Yogyakarta, Erizal mengungkapkan meski tahun ini adalah tahun yang berat bagi dunia usaha di berbagai sektor, namun pihaknya tetap konsisten mendukung sektor UMKM.  Beberapa upaya yang dilakukan di antaranya lewat penyaluran kredit UMKM, di mana sampai November telah mencapai Rp45 triliun atau sekitar 88% dari total kredit BRI Kanwil Yogyakarta yang mencapai Rp52 triliun.

Berdasarkan data yang ada saat ini ada nasabah sektor UMKM sebanyak 1,3 juta.“Didukung dengan program BRIncubator yang merupakan program pengembangan UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM secara digital dan berorientasi ekspor,” ucap Erizal, Senin (14/12/2020).

Selain itu, dalam rangka mendukung program pemulihan ekonomi nasional (PEN), BRI juga mengimplementasikan stimulus, mulai dari investasi pemerintah sesuai dengan PMK 70 yang direvisi menjadi PMK No.104/2020. “Untuk stimulus ini, hingga Senin [30/11/2020] BRI  Kanwil Yogyakarta telah menyalurkan kredit sebesar Rp11,6 triliun yang telah diterima oleh 360.000 debitur,” ujar dia.

Selain itu ada juga subsidi bunga untuk UMKM, di mana Kanwil BRI Yogyakarta telah menyalurkan subsidi sebesar Rp416 miliar dan diterima oleh 860.000 debitur. “Subsidi KUR supermikro juga sudah kami salurkan Rp689 miliar kepada 79.000 debitur. Juga Bantuan Produktif Usaha Mikro [BPUM], di mana sampai Senin sudah kami salurkan Rp1,6 triliun kepada 698.000 debitur,” ucap dia.

Selain stimulus PEN, imbuh Erizal, guna menyelamatkan UMKM, BRI telah merestrukturisasi kredit sebesar Rp24,1 triliun kepada 387.000 debitur.

Dia menambahkan, BRI juga konsisten meningkatkan kapasitas UMKM, salah satunya adalah melalui webinar bertajuk Regional Economic Forum UMKM go International, Senin (14/12/2020).

Dalam kegiatan webinar kali ini, juga dihadiri oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY dan stakeholder lainnya.

Ketua Kadin DIY, GKR Mangkubumi mengapresiasi jalannya webinar tersebut. Menurut dia, kegiatan itu merupakan salah satu wujud dukungan nyata BRI dalam mengembangkan UMKM agar dapat naik kelas.

“Acara ini bisa jadi pijakan dimana UMKM pada saat era pandemi dipaksa untuk Go Digital dan waktunya tahun depan untuk Go International.”