Defisit APBN Hingga November Capai Rp883 Triliun

Defisit APBN Hingga November Capai Rp883 TriliunMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. - Suara.com/Umay Saleh
22 Desember 2020 07:37 WIB Newswire Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA- Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir November 2020 tercatat telah mencapai Rp1.423 triliun, sementara untuk belanja negara mencapai Rp2.306,7 triliun.

Dari hasil laporan Kementerian Keuangan itu, terlihat bahwa defisit APBN hingga November telah mencapai Rp883,7 triliun atau setara 5,6 persen dari PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dampak pandemi virus corona atau Covid-19 benar-benar mempengaruhi struktur ekonomi yang sangat luas, termasuk soal penerimaan negara dari sektor perpajakan.

Baca juga: Soal Kasus Goodie Bag Bansos Sritex, Gibran Ngaku Siap Ditangkap Kalau Salah

"Inilah dampak dari Covid-19 terhadap penerimaan negara terutama di bidang pajak dan PNBP," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kita secara virtual, Senin (21/12/2020).

Sri Mulyani menuturkan realisasi penerimaan negara hingga November 2020 masih sekitar 63,7 peesen dari target yang termuat di Peraturan Presiden (Perpres) No 72/2020.

Dari data yang disampaikan Sri Mulyani terlihat bahwa penerimaan perpajakan tercatat Rp1.108,8 triliun atau 59,4 persen dari target Perpres tersebut.

Baca juga: Palsukan Surat Izin Keramaian di Tengah Corona, Pemilik EO di Sleman Mendekam di Penjara

Sementara itu Penerimaan Negara Bukan Pajak (PBNP) pemerintah telah mengumpulkan sebanyak Rp301,9 triliun. Dimana untuk angka ini sudah mencapai 103,7 persen dari target di Perpres.

Sementara dari sisi belanja pemerintah pusat berada di Rp1.558,7 triliun. Ini sudah 78,9 persen dari target, dan 12,7 perse di atas periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara, dari sisi pembiayaan, realisasi sampai dengan akhir November 2020 sebesar Rp1.104,8 triliun atau naik sekitar 6 persen dengan target dari APBN-Perpres 72/2020 sebesar Rp1.039,2 triliun.

Sehingga, total penerimaan negara yang Rp2.306,7 triliun adalah 84,2 persen dari target Perpres No 72/2020. Angka ini 12,7 persen di atas November 2019.

Sumber : Suara.com