Kadin dan UGM Jalin Kerja Sama
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Presdir PT Nissan Motor Indonesia Eiichi Koito (kanan) saat peluncuran model terbaru New Nissan Terra di ajang pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 di ICE-BSD, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2018)./Antara-Zarqoni Maksum
Harianjogja.com, JOGJA—Sempat terpuruk di tengah pandemi Covid-19, industri otomotif perlahan bangkit menjelang akhir 2020.
General Manager Nissan Datsun Jogja-Magelang, Irawan Nurisman mengatakan selama pandemi, tepatnya sejak April hingga Juli terjadi penurunan penjualan signifikan jika dibanding tahun sebelumnya. Bahkan, angka penjualan periode tersebut sangat tidak sebanding dengan angka penjualan tahun sebelumnya.
“Pada 2019 itu per bulan sekitar 25-30 unit terjual. Pandemi tidak bisa dipukul rata, tetapi jelas turun. Awal-awal tahun masih sama. April sampai Juli berada di garis bawah. Mulai Agustus sampai Desember itu mulai naik grafiknya,” ucap Irawan, Selasa (29/12/2020).
Dia mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi kenaikan penjualan tersebut. Dari sisi internal, adanya promo penjualan yang diberikan menjelang akhir tahun ini. Sedangkan dari sisi eksternal, masyarakat yang mulai beraktifitas dengan adaptasi kebiasaan baru, juga mendorong perputaran ekonomi.
Irawan mengungkapkan dengan kondisi beberapa bulan terakhir, pihaknya cukup optimis pada 2021 dapat lebih baik. Meski begitu, Dia juga mengungkapkan bahwa kondisi membaiknya industri otomotif tersebut sangat bergantung pada pengendalian kasus Covid-19.
“Tetap, pengendalian Covid-19 menjadi faktor yang utama. Saat ini grafik kan masih naik turun, atau cenderung naik malahan, tetapi di sisi lain juga ada harapan telah ada vaksin tersebut. Kepatuhan protokol pencegahan Covid-19 juga jadi kunci,” ujarnya.
General Manager PT. Sumber Baru Mobil, yang merupakan main dealer Suzuki untuk wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas, Rizki Indriananta mengatakan pada awal-awal pandemi memang berat untuk penjualan kendaraan. Namun, menjelang akhir tahun mulai menunjukan tren yang membaik.
Rizki juga mengungkapkan selama pandemi Covid-19 ini mobil niaga, juga masih dapat eksis, yang ditunjukan dengan data penjualan yang masih cukup tinggi. “Per bulan sekitar 50-60 unit. Secara umum juga turun penjualan, tetapi tiga bulan terakhir mulai membaik. Untuk 2021 tentu bergantung juga dengan vaksin, pengendalian Covid-19,” ujar Rizki.
Target Nasional
Sementara Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi mengungkapkan bahwa pemulihan industri otomotif akan sangat tergantung dari sejumlah poin. Pertama adalah komoditas; kedua adalah logistik; dan ketiga pembangunan infrastruktur.
Kendati babak belur di 2020, pihaknya mengakui penetapan target untuk tahun depan lebih tinggi. "Kalau dilihat sekarang sudah membaik, jadi harapannya seperti itu. Untuk forecast di 2021 sebanyak 750.000 unit," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menjalin sinergi dengan Perguruan Tinggi.
Long weekend 14–17 Mei 2026 di Jogja dipenuhi agenda wisata, budaya, dan event menarik. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.
Pemkab Bantul turunkan tarif pantai barat jadi Rp5.000 per destinasi mulai Juli 2026. Skema baru dinilai lebih adil bagi wisatawan.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun penjara dalam kasus korupsi Chromebook Rp2,18 triliun. Jaksa juga minta denda dan uang pengganti.
KID DIY fokus pada penguatan informasi kebencanaan hingga tingkat kelurahan. Sistem terpadu disiapkan untuk cegah simpang siur saat darurat.
Wagub DIY Paku Alam X pastikan seluruh rekomendasi DPRD ditindaklanjuti. Evaluasi pembangunan fokus pada pemerataan ekonomi dan tata kelola.