Jogja Diabolo Squad Dorong Regenerasi Pelatih

Jogja Diabolo Squad Dorong Regenerasi PelatihAnggota Jogja Diabolo Squad tengah berlatih, belum lama ini. - Istimewa/Jogja Diabolo Squad
31 Desember 2020 00:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Komunitas Jogja Diabolo Squad akan kembali berlatih dan dorong regenerasi untuk pelatih Diabolo.

Founder Jogja Diabolo Squad, Angela Irena mengatakan saat ini masih dalam tahap perencanaan untuk kembali latihan, sembari mempertimbangkan kondisi pandemi Covid-19 saat ini. “Kemungkinan sih startnya dari internal dulu. Mereka akan dilatih menjadi pelatih. Harapannya kalau udah memungkinkan dibuka secara umum, ada pelatih yang lebih banyak juga. Jadi tidak menumpuk dilatih sama satu pelatih,” ucap Angela, Rabu (30/12/2020).

Angela mengatakan memang butuh skill untuk memainkan beberapa trik yang perlu proses untuk mempelajarinya. tidak semua orang langsung bisa. Dari pengalaman dia sendiri saat membawakan permainan Diabolo ke Jogja, itu terasa asing bagi sebagian besar orang-orang.

“Setelah dijelaskan baru pada tahu ternyata itu Yoyo Tiongkok [Chinese Yoyo]. Jadi saya benar-benar solo player awalnya. Untungnya dari teman-teman Koko Cici dan Hoo Hap Hwee sangat support dan bisa belajar dengan cepat,” ucapnya.

Pelatihan nantinya akan diberikan bagi anggota Koko Cici Jogja 2020. Dengan begitu bisa saling memberikan dampak positif dan wujud kontribusi mereka. Dinilainya mereka juga sangat bersemangat untuk belajar, hanya saja pandemi masih menjadi penghalang.

Koko Jogja 2020, Alfincent Aprilino mengatakan dirinya juga tertarik dengan Diabolo sejak Chinese Cultural Fest, atau sebelum audisi Koko Cici Jogja 2020. Saat itu ada pembekalan untuk para peserta tentang budaya Tionghoa.

“Kebetulan daya tarik Diabolo itu besar banget dan keliatan asik gitu karena dicontohin sama beberapa Koko Cici Jogja lainnya bahkan ada trik dilempar-lempar gitu. Menarik aja keliatannya dan jadi pengen ikutan bisa gitu karena itu salah satu budaya yang langka juga ya, apalagi di Indonesia,” ujar Alfincent.

Menurutnya bermain Diabolo salah satu hal yang perlu yaitu kesabaran, dan akan ada kebanggan tersendiri saat bisa menguasai trik-trik yang ada. Dia juga berharap Diabolo dapat semakin dikenal luas lagi.

“Harapan ke depan sih Diabolo tidak cuma dinikmati dan dimainkan oleh teman-teman Koko Cici aja, tapi bisa masuk ke seluruh lapisan masyarakat karena permainan ini tu seru banget jadi sayang banget kalau yang menikmati itu-itu aja,” ujarnya.