Advertisement
Jelang Semester Baru, Ini Dia Materi yang Diberikan Olifant School kepada Siswa
Tangkapan layar saat digelarnya kegiatan belajar mengajar secara daring oleh Olifant School, belum lama ini. - Istimewa
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Psikolog Olifant School, Mariani Sutanto menilai hal atau aset penting di tengah pandemi Covid-19 dan memasuki semester baru kegiatan pembelajaran adalah soal waktu.
Alasannya, pertama, waktu tidak dapat dihitung mundur dan selalu bergerak maju, sehingga orang tua juga perlu menyesuaikan diri dengan gerak maju dari waktu tersebut. Kedua, waktu menyimpan banyak kesempatan dan hanya orang yang tepat yang dapat memanfaatkan kesempatan yang muncul dalam sebuah kurun waktu.
Advertisement
“Serta yang ketiga, waktu adalah sesuatu yang sangat berharga dan sangat mahal harganya. Apabila diibaratkan satu detik akan menentukan seorang pelari cepat dapat menjadi pemenang atau tidak,” ucap Mariani melalui siaran pers, Rabu (6/1/2021).
Awal masuk sekolah, kata dia, menjadi waktu yang penting untuk memulai pembentukan mental anak guna siap kembali memulai rutinitas sekolah. Menurut dia, ada tiga hal sederhana tentang persiapan kembali ke sekolah yang berkaitan dengan pengelolaan waktu supaya kegiatan keluarga, bersekolah dan tugas orangtua dalam bekerja dapat berjalan seimbang.
“Mengatur waktu belajar dan atau bekerja serta mengatur waktu pendampingan belajar anak,” ucap dia.
Pengaturan waktu pendampingan belajar anak, imbuh dia, berlaku juga untuk anak yang lebih kecil yang masih memerlukan pendampingan personal untuk belajar. Selain itu, perlu diatur pula waktu belajar setelah sekolah dan waktu orang tua mengerjakan pekerjaan rumah maupun kantor perlu disiasati supaya dapat berjalan seimbang.
“Misalnya dengan membuat jadwal sederhana yang rutin untuk waktu mendampingi belajar anak sehingga anak akan terbiasa dengan rutinitas belajar di rumah, dan orang tua tetap dapat melakukan kegiatannya,” ucap dia.
Tak hanya itu, mengelola waktu rekreasi juga merupakan hal penting. Rekreasi ringan bersama keluarga diperlukan juga untuk menjadi selingan dari rutinitas bekerja dan belajar.
“Rekreasi di sini tidak selalu berarti harus meninggalkan rumah untuk berpiknik, tetapi dapat dilakukan sebagai quality time, bermain bersama anak,” ucap Mariani.
Dia menambahkan, pengelolaan waktu kreatif juga harus dilakukan. Waktu kreatif memang sedikit abstrak, sehingga kerap diabaikan.
“Bayangkan kalau kita menjalankan semua yang direncanakan seperti robot, lelah bukan? Dengan mengadakan secara sengaja waktu untuk berkreasi dan menghasilkan sesuatu yang menyenangkan, waktu kreatif ini dapat memberikan semangat dan gairah,” ujar dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
Advertisement
Pemkot Jogja Buka Pelatihan Gratis, AI hingga Bahasa Jepang
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- Harga BBM Tertahan Saat Minyak Dunia Melonjak Tajam
- WFH ASN Dimulai, Trafik Internet Diprediksi Tak Ada Lonjakan
- Tempe Indonesia Tembus Chile, Nilai Ekspor Rp2,1 Miliar
- Inflasi DIY Maret 2026 0,45 Persen, Lebih Rendah dari Februari
- Aturan BBM Subsidi Baru, Logistik Nasional Terancam Terganggu
- Rahasia Kongo Gumi Bertahan 1.400 Tahun Lebih
- Harga Emas Hari Ini Turun, Saat Tepat Beli di Pegadaian?
Advertisement
Advertisement








