LinkAja Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital di Jogja

LinkAja Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital di JogjaLinkAja Perkuat Ekosistem Ekonomi Digital di Jogja. - Ist.
07 Januari 2021 10:57 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Tahun sudah berganti menjadi 2021. Pandemi yang dialami sejak akhir Februari 2020 mengakibatkan krisis di berbagai sektor. Perekonomian Indonesia pun tidak luput dari keterpurukan. Indonesia secara resmi masuk ke dalam negara yang mengalami resesi karena mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi dalam dua kuartal berturut-turut.

Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi berbagai pihak, tidak terkecuali LinkAja sebagai uang elektronik nasional yang berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kemandirian ekonomi. Berbagai upaya pun dilakukan LinkAja sepanjang tahun 2020. Tidak hanya berpartisipasi dalam upaya Pemulihan Ekonomi Nasional, LinkAja juga secara konsisten menjalankan berbagai kerja sama strategis untuk dapat menghadirkan layanan keuangan digital yang merata kepada seluruh masyarakat.

Kota Jogja pun tidak luput tersentuh perluasan dan penguatan ekosistem ekonomi digital yang dilakukan oleh LinkAja. Bekerja sama dengan Pemerintah Daerah dan berbagai merchant lokal, LinkAja hadir untuk memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan harian warga dan mendorong digitalisasi kota Jogja.

Adanya digitalisasi sektor keuangan di dalam lingkup Pemerintah Daerah diharapkan mampu meningkatkan transparansi dan ketepatan pengelolaan keuangan daerah. Transaksi yang dimaksud meliputi transaksi pembayaran produk layanan Pemerintah Daerah dari Masyarakat (P2G), seperti pajak dan retribusi daerah, melalui Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara LinkAja dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tentang Peningkatan Kinerja Perekonomian Daerah melalui Inovasi Teknologi Digital di enam sektor yaitu sektor digitalisasi pajak & retribusi, UMKM & pasar, area wisata, transportasi, Pendidikan, dan retail lokal.

Upaya kerja sama lainnya adalah melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) mengenai Penyediaan Layanan LinkAja dalam Rangka Penerimaan Pembayaran Retribusi Pelayanan Pasar di Kota Jogja. Selain pembayaran produk daerah, digitalisasi juga dapat dilakukan dalam konteks penyaluran bantuan Pemerintah Pusat kepada masyarakat, seperti dalam pelaksanaan program Kartu Prakerja, dimana LinkAja menjadi Mitra Resmi Pembayaran Kartu Prakerja.

LinkAja juga berupaya mengakselerasi penggunaan transaksi elektronik bagi masyarakat menengah dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui digitalisasi pasar tradisional. Melalui digitalisasi pasar, pelaku UMKM dapat memaksimalkan penggunaan teknologi untuk pengembangan bisnis. Pendapatan UMKM pun akan lebih transparan karena akan tercatat secara otomatis di aplikasi. Di kota Jogja, saat ini telah ada 16 pasar yang sudah terdigitalisasi oleh LinkAja, beberap di antaranya yaitu Pasar Beringharjo dan Pasar Piyungan.

Tidak hanya itu, sebagai uang elektronik yang fokus memberikan kemudahan transaksi bagi kebutuhan harian masyarakat Indonesia, LinkAja juga telah hadir sebagai mitra pembayaran di beberapa tempat pariwisata di Kota Jogja, seperti di Gembira Loka Zoo, Candi Borobudur, dan Candi Prambanan. Memudahkan mobilitas warga dalam beraktivitas, LinkAja juga dapat digunakan sebagai mitra pembayaran di transportasi lokal seperti Trans Jogja dan Andong di area Malioboro dengan penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari -hari di berbagai modern retail lokal seperti Mirota Kampus, Progo Swalayan, Gardena, serta pusat oleh-oleh ternama seperti Bakpia Kukus Tugu, Parsley Bakery, dan lain- lain.

Hingga saat ini, LinkAja telah dapat digunakan di lebih dari 900,000 merchant lokal dan lebih dari 315.000 merchant nasional di seluruh Indonesia, lebih dari 230 moda transportasi, lebih dari 650 pasar tradisional, lebih dari 32.000 partner donasi digital, dan lebih dari 5000 e-commerce, pembayaran dan pembelian kebutuhan sehari hari seperti pulsa telekomunikasi, token listrik, tagihan rumah tangga, iuran BPJS, hingga berbagai layanan keuangan lainnya seperti transfer ke semua rekening bank dan tarik tunai tanpa kartu.

Selain itu, LinkAja juga dapat digunakan di lebih dari satu juta titik transaksi untuk pengisian dan penarikan saldo, yang meliputi ATM, transfer perbankan, jaringan ritel, hingga layanan keuangan digital.

Melihat potensi Indonesia yang berpeluang menjadi pusat ekonomi syariah global dan menyadari kebutuhan masyarakat muslim di Indonesia terhadap alat pembayaran elektronik berlandaskan kaidah syariah, LinkAja menghadirkan Layanan Syariah LinkAja pada pertengahan April 2020, yang merupakan uang elektronik syariah pertama dan satu-satunya di Indonesia untuk memfasilitasi berbagai jenis pembayaran sesuai kaidah syariat Islam.

Di dalam ekosistem holistiknya saat ini, Layanan Syariah LinkAja telah dapat dinikmati di seluruh Indonesia dengan ekosistem khusus Syariah, yang mencakup masjid, lembaga amil zakat, pusat kuliner halal, modern retail lokal, pesantren, bank syariah, sekolah Islam, dan Universitas Islam. Hingga saat ini Layanan Syariah LinkAja telah memiliki lebih dari 1,4 juta pengguna terdaftar, yang akan terus meningkat sejalan dengan adanya komitmen dari beberapa partner strategis seperti pemerintah daerah dan institusi lainnya untuk berkolaborasi demi perluasan ekosistem digital Syariah di seluruh Indonesia.

Melihat geliat upaya LinkAja untuk terus menghadirkan kemudahan layanan keuangan digital bagi masyarakat kota Jogja diharapkan dapat memberikan peningkatan bagi perekonomian masyarakat. Tentu saja kemajuan ini harus dapat dinikmati tidak hanya di kota Jogja tetapi juga seluruh daerah di Indonesia. Mari optimis perekonomian Indonesia akan terus membaik. Adanya sinergi berbagai elemen masyarakat merupakan faktor penting untuk mencapai tujuan bersama; kesejahteraan masyarakat. (ADV)