Kementerian ESDM Tambah 120.776 Jaringan Gas Rumah Tangga pada 2021

Kementerian ESDM Tambah 120.776 Jaringan Gas Rumah Tangga pada 2021Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan kuliah umum mengangkat tema Kebijakan dan Program Strategis ESDM di Aula Barat Institut Teknologi Bandung (ITB), Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Rachman
08 Januari 2021 23:57 WIB Rio Sandy Pradana Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) ingin mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan domestik melalui penambahan jaringan gas (jargas) untuk sambungan rumah tangga.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan tambahan jargas akan ditambah sebesar 120.776 sambungan rumah tangga (SR). Adapun, penggunaan jargas lebih praktis dan ramah terhadap lingkungan dibandingkan Bahan Bakar Minyak.

"Total jargas terbangun mencapai 794.000 sambungan hingga 2021," kata Arifin dalam siaran pers, Jumat (8/1/2021).

Dia menuturkan agar program ini berjalan maksimal dan meringankan beban finansial negara, pemerintah akan menggandeng badan usaha dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Pada 2020 telah dibangun jargas sekitar 135.000 sambungan rumah di 23 kabupaten/ kota. Secara terperinci, dalam lima tahun terakhir sambungan rumah untuk jargas yakni, pada 2016 bertambah sebanyak 99.100 SR, 2017 sebanyak 53.700 SR, 2018 sebanyak 90.200 SR, 2019 sebanyak 74.500 SR, dan 2020 sebanyak 135.300 SR.

Khusus untuk pemanfaatan gas di industri, pemerintah terus memberikan dukungan pembangunan pipa transimisi dan distribusi gas. "Ada beberapa sarana infrastruktur gas yang harus kita selesaikan antara lain Cirebon - Semarang, Dumai - Sei Mangke serta terminal - terminal lain," Arifin menambahkan.

Sebelumnya, pemerintah memberikan dukungan terhdapa peningkatan daya saing industri melalui penyesuaian harga gas menjadi US$6/MMBTU di plant gate dengan volume sebesar 2.601 BBTUD, dialokasikan untuk Industri Tertentu sebesar 1.205 BBTUD dan Pembangkit PLN sebesar 1.396 BBTUD.

Sumber : bisnis.com