Penerapan PPKM, Pakar UGM: Ekonomi Bergerak Optimum Jika Orangnya Sehat

Penerapan PPKM, Pakar UGM: Ekonomi Bergerak Optimum Jika Orangnya Sehat Ilustrasi pertumbuhan ekonomi. - IST
09 Januari 2021 13:57 WIB Sirojul Khafid Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dianggap langkah yang bagus. Menurut Ketua Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada Rimawan Pradiptyo, dalam masa pandemi Covid-19, memang perlu adanya buka tutup termasuk dalam hal ekonomi.

“Ekonomi hanya akan bergerak optimum apabila orangnya sehat,” kata Rimawan saat dihubungi secara daring pada Jumat (8/1/2020).

BACA JUGA : Pengamat: Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat 

Pada angka kasus Covid-19 yang meningkat tinggi, maka PPKM merupakan langkah yang tepat. Hal ini agar tenaga kesehatan tidak kewalahan, seperti saat kapasitas rumah sakit (RS) yang penuh. Apabila kasus semakin tinggi dan RS tidak bisa menampung, maka kemungkinan besar pasien Covid-19 akan berada di rumah.

Sementara kondisi rumah setiap orang berbeda, dari sisi luas bangunan, jumlah keluarga, dan lainnya. “Bisa jadi masalah. Penularannya semakin kenceng, semakin banyak pasien yang dirawat dirumah-rumah, dampak secara multiple sangat besar,” kata Rimawan.

Di masa pandemi, tidak bisa mengharapkan perekonomian akan berjalan baik, termasuk pertumbuhan yang mencapai angka tertentu. Menurut Rimawan, pertumbuhan ekonomi suatu negara tidak akan sama antara sebelum dan selama pandemi.

“Karena ekonomi berasal dari kerumunan dan mobiltias. Sekarang yang dihajar kerumunan dan mobilitas, roh dari ekonomi,” katanya. “Ngomongin pertumbuhan [ekonomi di masa pandemi] tidak relevan, sekarang berpikir untuk bertahan.”

BACA JUGA : Begini Gambaran Pembatasan Aktivitas Masyarakat di Jogja

Sesuatu yang saat ini bisa diupayakan yaitu menggeser transaksi fisik menjadi transaksi daring. Terkait dengan mengembalikan perekonomian baru bisa setelah kondisi membaik dan aman. “Cek aja pendapat dari peraih nobel ekonomi, tidak ada ungkapan di masa pandemi geber lah pertumbuhan ekonomi. Di masa pandemi kesehatan menjadi panglima, utamakan selamat,” kata Rimawan.