Sejumlah Bisnis Ini Diprediksi Moncer Tahun Ini, Salah Satunya Skincare

Sejumlah Bisnis Ini Diprediksi Moncer Tahun Ini, Salah Satunya Skincare Chief Executive Officer NMW Skincare Nataliani Mawardi (kanan) mendampingi Dokter Aeshetic Desy Natalia Bustam memberikan layanan perawatan kulit kepada penyanyi Dewi Gita di sela-sela re launching klinik konsep NMW Dermatology dan Aeshetic, di Jakarta Rabu (7/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
18 Januari 2021 23:17 WIB Maria Elena Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Pandemi Covid-19 diperkirakan masih akan berlangsung tahun ini, sehingga pemulihan konsumsi masyarakat diperkirakan masih akan berjalan lambat pada awal tahun. Aktivitas ekonomi belum seluruhnya bisa normal.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan meski masih mengalami perlambatan, terdapat sejumlah sektor atau produk-produk konsumsi yang memiliki peluang untuk terus tumbuh.

Dia memaparkan, salah satunya adalah permintaan untuk barang komoditas ekspor seperti coklat, kopi, sawit atau minyak goreng, serta vanili yang diperkirakan akan mengalami pertumbuhan positif.

Baca juga: Selama PPKM, Kunjungan Wisatawan Bantul Turun 50 Persen

Di samping itu, produk yang memiliki prospek positif adalah produk kecantikan. Hal ini tercermin dari peningkatan permintaan produk kecantikan oleh konsumen kelas menengah ke atas selama pandemi Covid-19 meski sebagian besar masayarakat kelas tersebut menahan belanja.

"Meski acara pernikahan, arisan keluarga, dan acara yang sifatnya seremonial berkurang tajam selama pandemi, kelas menengah dan kelas atas tetap belanja kosmetik dan perawatan tubuh karena mereka pamernya bukan di pesta, tapi di [media sosial] Tiktok atau Instagram, jadi ada mulai pergeseran kesana," katanya, Senin (18/1/2021).

Baca juga: Setelah Sepekan Sosialisasi, Pelanggar PTKM Mulai Ditindak

Lebih lanjut, Bhima memperkirakan produk lainnya yang akan mengalami pertumbuhan yang positif adalah produk urban farming, aksesoris perumahan, hingga sektor farmasi.

Dia menyampaikan sektor pariwisata di kota-kota besar juga memiliki peluang meski secara sektoral mengalami pukulan yang berat.

"Pariwisata tidak mati, banyak yang terpukul. Tapi, ada juga pariwisata levelnya di Jabodetabek  atau  kota-kota besar, ada tren staycation yang jaraknya 2-10 kilometer dari pemukiman atau rumah," jelasnya.

Sumber : Bisnis.com