Advertisement

Baru Sebulan, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp165 Triliun Gegara Covid-19

Newswire
Selasa, 23 Februari 2021 - 21:57 WIB
Bhekti Suryani
Baru Sebulan, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp165 Triliun Gegara Covid-19 Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. - Suara.com/Umay Saleh

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA--Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah terus menambah beban utang hingga berkali lipat.

Kementerian Keuangan mencatat pembiayaan utang hingga akhir Januari 2021 mencapai Rp165,8 triliun. Pembiayaan utang ini naik dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp68,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan penarikan utang ini demi membiayai belanja pemerintah ditengah pandemi Covid-19 yang belum usai.

PROMOTED:  YouGov: Tokopedia Jadi Brand Paling Direkomendasikan Masyarakat Indonesia

"Hingga 31 Januari, pembiayaan utang Indonesia mencapai Rp165,8 triliun, dengan penerbitan SBN neto RP169,7 triliun," kata Sri Mulyani dalam konfrensi pers APBN KiTa secara virtual, Selasa (23/2/2021).

BACA JUGA: Selter Masih Kosong, Warga Ngaglik Pilih Isolasi Mandiri di Rumah

Dia merinci pembiayaan utang selama bulan lalu terdiri dari penerbitan Surat Berharga Negara atau SBN sebesar Rp169,7 triliun atau naik 135 persen dibandingkan Januari 2020. Penerbitan SBN ini sudah 14,1 persen dari target dalam APBN 2021 sebesar Rp1.207,3 triliun.

Sri beralasan tingginya realisasi anggaran pembiayaan tersebut dikarenakan pada periode yang sama tahun lalu pandemi Covid-19 belum terjadi.

"Dibandingkan tahun lalu Januari itu APBN belum direvisi makanya issue SBN netto masih rendah, karena waktu itu defistinya masih diperkirakan 1,76 persen. Sedangkan tahun ini sudah 5,7 persen sejak awal tahun," tuturnya.

Sehingga akhirnya pemerintah mencatat defisit APBN 2021 hingga akhir Januari telah mencapai Rp45,7 triliun atau setara 0,26 persen, angka ini lebih tinggi dibandingkan defisit yang terjadi pada Desember 2020 yang sebesar Rp34,8 triliun atau 0,23 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Advertisement

Sedangkan, jika dibandingkan dengan bulan yang sama pada tahun sebelumnya, defisit itu jauh lebih buruk. Pada Januari 2020 defisit sebesar Rp34,8 triliun atau setara 0,23 persen dari PDB.

Dengan catatan itu, keseimbangan primer defisit Rp21 triliun atau mencapai 3,3 persen.

Advertisement

Advertisement

Video Terbaru

Advertisement

Berita Terbaru

Advertisement

Advertisement

Advertisement

Advertisement

alt

Jelang Pemilu 2024, Medsos ASN di DIY Akan Diawasi, Like atau Comment Dilarang

Jogja
| Jum'at, 30 September 2022, 20:37 WIB

Advertisement

alt

Hadir Tempat Glamping Baru di Jogja, Arkamaya Sembung Namanya

Wisata
| Jum'at, 30 September 2022, 15:17 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement