Gandeng Pemerintah dan Unilever, Fasilitas RDF PT SBI Bisa Jadi Solusi soal Sampah

Gandeng Pemerintah dan Unilever, Fasilitas RDF PT SBI Bisa Jadi Solusi soal Sampah Tangkapan layar saat digelarnya webinar bertajuk Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Peningkatan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Terbarukan di Fasilitas RDF Cilacap, Rabu (3/3/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
03 Maret 2021 15:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Fasilitas Refused Derived Fuel (RDF) di Cilacap, Jawa Tengah, dinilai mampu mengurangi permasalahan sampah yang sering terjadi. Untuk itu, PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Tbk, bersinergi bersama PT Unilever Indonesia Tbk dengan pemerintah, mencoba mengembangkan fasilitas RDF tersebut agar semakin maksimal manfaatnya.

Direktur Pengelolaan Sampah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Novrizal Tahar mengungkapkan upaya yang dilakukan untuk pengembangan RDF ini mendukung upaya pemerintah dalam pengelolaan sampah.

“Semoga dapat memberi inspirasi bagi daerah lain. RDF ini bukan hanya memberikan manfaat satu sisi, tetapi beberapa sisi. Pemerintah berkomitmen mendukung upaya menyelesaikan persoalan sampah ini,” ujar Novrizal dalam webinar bertajuk Sinergi Pemerintah dan Swasta dalam Peningkatan Pengelolaan Sampah menjadi Energi Terbarukan di Fasilitas RDF Cilacap, Rabu (3/3/2021).

Pakar Teknologi Lingkungan dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Enri Damanhuri mengungkapkan hingga saat ini masih banyak persoalan terkait sampah yang bergantung pada Tempat Pengolahan Akhir (TPA), yang belum dioperasikan dengan baik. Permasalahan seperti bau, kebakaran, dan lainnya masih kerap terjadi.

“RDF alternatif pengurangan sampah ke TPA. RDF dan SRF untuk mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga mengurangi sampah yang akan ditimbun di TPA, dan sekaligus mengurangi emisi gas rumah kaca dari metan,” ucapnya.

Plt Sekda Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo turut mendukung pengembangan RDF di Cilacap ini. Menurutnya pengembangan ini sejalan dengan upaya Pemda untuk pengurangan dan penanganan masalah sampah.

Bupati Cilacap, Tatto Suwarto Pamuji mengatakan pada Agustus 2020 RDF telah beroperasi dengan kapasitas 120 ton per hari, terus mengalami peningkatan selama lima bulan, hingga pada 2020 rata-rata kapasitasnya  meningkat menjadi 140 ton per hari.

“Menghasilkan RDF sebanyak 42 ton perhari berkontribusi menjadi salah satu sumber pendapatan daerah. Upaya peningkatan upaya RDF 200 ton per hari dengan menggandeng pihak ketiga. RDF meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan pemenuhan layanan publik,” ujar Tatto,

Direktur Manufaktur SBI, Lilik Unggul Raharjo mengungkapkan SBI sebagai inisiator, selalu mengedepankan kemajuan suatu bisnis, berkesinambungan dengan ekonomi, lingkungan hidup, dan sosial. Hasil dari RDF ini juga dapat mengurangi penggunaan batu bara. “Kami juga berupaya mengedukasi masyarakat agar bisa memilah sampah, membina sembilan komunitas di Cilacap,” ujarnya.

Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk, Nurdiana Darus mengungkapkan PT Unilever Indonesia mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik ini. Menurutnya kolaborasi adalah modal penting.

PT Unilever Indonesia, kata Nurdiana, selama ini juga telah berupaya untuk mengurangi sampah. Mulai dari hulu, seperti mengurangi plastik, penggunaan plastik yang lebih baik atau dari daur ulang, dan tanpa plastik dengan refill station. “Di tengah kerja sama dengan komunitas dan pelapak sebagai rantai tengah dalam pengumpulan sampah. Kemudian di hilir, mendukung pengembangan teknologi RDF sebagai alternatif pemanfaatan sampah kemasan plastik sebagai sumber energi," ucap dia.