Ini 5 Strategi PEN di Awal Tahun Ini

Ini 5 Strategi PEN di Awal Tahun Ini Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan rancangan APBN 2021 dalam konferensi pers virtual, Selasa (1/12/2020) - Foto: Kemenkeu RI
05 Maret 2021 07:57 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2021 dan juga penanganan Covid-19.

Pemicu ekonomi tersebut dilakukan melalui percepatan pelaksanaan program dan pemberian insentif. Setidaknya ada lima rencana yang dilakukan.

“[Pertama] Realisasi program perlindungan sosial dipercepat. Hingga bulan Januari sudah terealisasi sebesar Rp16,59 triliun,” katanya melalui sambutan virtual, Kamis (4/3/2021).

Sementara itu, kedua dan ketiga yakni penganggaran dan realisasi bantuan produktif usaha mikro. Menurutnya, bulan ini ditargetkan sudah tersalur.

Keempat yaitu program padat karya dari kementerian/lembaga. Selanjutnya, insentif pajak penjualan atas barang mewah kendaraan bermotor dan pajak pertambahan nilai perumahan yang diharapkan dapat mengungkit permintaan di sektor tersebut.

“Terakhir percepatan program vaksinasi tahap kedua. Vaksinasi untuk menciptakan confidence pada masyarakat,” jelasnya.

Dalam mendukung penanganan Covid-19, Sri Mulyani menuturkan bahwa Kementerian Keuangan memberikan fasilitas kepabeanan untuk alat kesehatan dan vaksin. Total fasilitas Rp825,33 miliar dengan nilai impor Rp4,52 triliun.

“Terdiri atas alat kesehatan dengan nilai fasilitas Rp234,24 miliar dan impor vaksin dengan nilai fasilitas Rp591,06 miliar sebanyak 29,3 juta dosis,” ucap Sri Mulyani.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia