Ramadan dan Lebaran 2021, Daya Beli Masyarakat Diperkirakan Belum Pulih

Ramadan dan Lebaran 2021, Daya Beli Masyarakat Diperkirakan Belum PulihMuhammad Lutfi Menteri Perdagangan. - Istimewa
06 Maret 2021 15:57 WIB Asteria Desi Kartika Sari Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ramadan dan Lebaran 2021 akan tiba dalam kurang dari dua bulan. Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang hari raya tersebut.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menekankan Kemendag memastikan tidak hanya ketersediaan stok dan stabilitas harga bapok, namun juga menjaga kesetaraan harga di daerah-daerah di seluruh daerah.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BP3) Oke Nurwan menambahkan pada Ramadan dan Lebaran beberapa tahun belakangan, ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bapok berjalan sangat baik.

Baca juga: 51 Pedagang Positif Covid-19, Pasar Jambangan Karanganyar Ditutup

Oke mengungkapkan inflasi pada Ramadan dan Lebaran 2019 – 2020 tercatat kurang dari 1 persen, sedangkan inflasi volatile food pada Ramadan dan Lebaran tahun ini nilainya kurang dari 2 persen.

"Angka-angka ini seyogyanya menjadi patokan dalam mengambil langkah-langkah antisipatif menjelang Ramadan dan Lebaran 2021," jelas Oke melalui siaran resmi Sabtu (6/3/2021).

Menurut Oke, meskipun daya beli masyarakat masih diperkirakan belum pulih, perlu dilakukan sejumlah langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan stok dan kestabilan harga bapok.

Baca juga: Ahmad Dhani Akui Slank Punya Peran dalam Kesuksesan Dewa 19

Dia mengatakan ada beberapa hal yang perlu diantisipasi, yaitu potensi kenaikan permintaan bapok rata-rata sekitar 30 persen; kenaikan harga yang dapat memicu inflasi, penimbunan, dan spekulasi; serta faktor cuaca.

"Ketiga halinilah yang perlu dipastikan tidak akan mengganggu ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga bapok di Ramadan dan Lebaran,"jelas Oke.

Sumber : Bisnis.com