Tahun Lalu Mobil Listrik Hanya Laku 120 Unit, Begini kata Sri Mulyani

Tahun Lalu Mobil Listrik Hanya Laku 120 Unit, Begini kata Sri MulyaniPetugas mengisi daya mobil listrik di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan Fatmawati, Jakarta, Sabtu (12/12 - 2020). Fast charging 50 kW ini didukung berbagai tipe gun mobil listrik. ANTARA FOTO\\r\\n
16 Maret 2021 09:27 WIB Jaffry Prabu Prakoso Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa Indonesia disorot publik karena memiliki cadangan nikel terbesar di dunia.

Seperti diketahui, nikel adalah komponen utama dalam kendaraan listrik yang diprediksi bakal mendominasi transportasi di dunia.

Tren mobil listrik, kata Sri Mulyani, akan menjadi keniscayaan ke depannya. Saat ini, pasar terbesar mobil listrik ada di China dan Amerika. Sementara itu, pasar mobil yang menggunakan dua sumber yaitu bensin dan baterai (hybrid) terbesar adalah Jepang.

“Di Indonesia, penjualan battery electric vehicle [mobil listrik] masih sangat rendah yaitu 120 unit sepanjang 2020. Sedangkan untuk yang hybrid 1108 mobil,” katanya saat rapat kerja dengan DPR, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Brasil Kini Negara Kedua Terbesar Kasus Corona

Sri Mulyani menjelaskan bahwa hal tersebut wajar karena Indonesia masih pada tahap awal. Dia mengakui saat ini lebih fokus pada mobil kendaraan pribadi (multi purpose vehicle/MPV) yang berbahan bakar fosil.

Meski begitu dengan tingkat kesadaran yang terus meningkat, mulai dibahas kendaraan bermotor yang mengalami transformasi sangat cepat.

“Terutama dari fosil ke bahan bakar terbarukan atau battery electric vehicle [mobil listrik] yang diperkirakan akan mendominasi kendaraan bermotor di seluruh dunia,” jelasnya.

Baca juga: Wisatawan di Jogja Meningkat Selama Libur Keagamaan, Protokol Kesehatan Dinilai Baik

Di saat yang sama, Indonesia dianggap memiliki peluang untuk memanfaatkannya karena memiliki nikel melimpah.

Kesempatan tersebut tentu akan direspon Indonesia dalam bentuk teknologi mobil listrik. Pemerintah tidak bisa menunggu lama karena teknologi terus berkembang.

“Indonesia sebagai negara yang menghasilkan nikel dengan reserve terbesar dan produksi terbesar jelas merupakan satu negara yang sekarang jadi pusat perhatian terhadap pembangunan dari battery electric vehicle atau baterai itu sendiri,” ucap Sri.

Sumber : Bisnis.com