Advertisement
Jelang Ramadan, Disperindag DIY Siapkan Pasar Murah
Pedagang Pasar Bantul menjual cabai rawit yang kini harganya tengah naik diangka Rp120.000 per kilogram. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA— Jelang Bulan Ramadan sejumlah harga kebutuhan masih tinggi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyiapkan sejumlah langkah.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan harga kebutuhan pokok di DIY saat ini mengalami fluktuasi.
Advertisement
“Cabai rawit merah yang harganya masih Rp98.600/kg, diharapkan April harga mulai landai dikarenakan memasuki masa panen, sedang untuk komoditas lainnya harga masih terkendali masih sesuai harga acuan pemerintah,” ucap Yanto, Senin (22/3/2021).
Baca juga: Melihat Kolam Renang Terdalam di Dunia, Ada Kamar Hotel dan Gua
Yanto menjelaskan untuk ketersedian menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bahan kebutuhan pokok masih cukup tersedia. Ia mengatakan secara nasional BUMN yang ditunjuk pemerintah melaksanakan lelang impor daging kerbau beku, serta gula pasir.
“Prinsipnya telah mencukupi untuk skala nasional, izin impor juga sudah diterbitkan sejak Desember 2020 ditambah juli sudah memasuki masa giling. Beras memasuki masa panen dan ketersedian sangat cukup bahkan untuk DIY di kabupaten penghasil beras menunjukan surplus,” ujarnya.
Dia menjelaskan Disperindag DIY menyiapkan sejumlah langkah menjelang masuk Ramadan tahun ini. Dinas merencanakan kegiatan pasar murah, kemudian akan mengadakan rapat koordinasi daerah serta pengawasan dan monitoring ke distributor dan pasar.
Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan saat ditanya terkait kondisi inflasi menjelang ramadan, dia mengatakan bahwa akan ada pergerakan, tetapi masih dalam koridor yang sangat rendah, pada kisaran 3±1%.
“Ada beberapa harga yang memang naik, misal Cabai rawit itu namun secara keseluruhan kelihatan belum meningkat, pariwisata belum meningkat signifikan, tetapi memang sudah naik. Inflasi masih aman,” ucap Hilman, Senin (22/3/2021).
Baca juga: KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Suap Pajak
Hilman mengatakan pada awal Ramadan dan akhir, atau menjelang lebaran memang perlu diwaspadai adanya kenaikan konsumsi dan harga kebutuhan pokok. Namun, menurutnya hal itu sudah diantisipasi dengan memastikan stok aman, impor juga masih masuk. “Kami sudah rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) barang-barang kebutuhan di DIY, beras, daging dan lainnya masih aman,” ucapnya.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, Hilman menghimbau untuk berhati-hati atau menahan konsumsi, saat ini justru sebaliknya. “Masyarakat yang tabungan masih cukup, mulai belanja beli yang sifatnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Inflasi rendah, kita naik sedikit untuk konsumsi, agar mendorong pertumbuhan ekonomi itu bagus,” ujarnya.
Menurut Hilman masih ada sekitar 80% masyarakat menengah DIY yang punya tabungan, namun mereka masih banyak menunggu dan melihat perkembangan kondisi. Berjalannya vaksinasi dan lampu hijau untuk perjalanan mudik dinilainya juga bisa menggerakan ekonomi, dengan catatan tidak muncul klaster Covid-19.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Ancaman Siber Naik Tajam, OJK Minta Nasabah Jadi Benteng Pertama
- Eh, Ada Diskon 30 Persen Tiket Kereta Api untuk Lebaran, Ini Daftarnya
- BPOM Sita 41 Obat Herbal Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat
- Buyback Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Turun Serempak
- Cek Saldo Minimum Mandiri, BRI, BNI Terbaru Februari 2026
Advertisement
Advertisement
Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Agenda Unggulan
Advertisement
Berita Populer
- Tukar Uang Baru Lebaran 2026 Lewat PINTAR BI Dibuka 26 Februari 2026
- Update Harga Emas Batangan 20 Februari 2026: UBS & Galeri24 Naik
- Disperindag DIY Gelar 3 Pasar Murah, Sediakan 14 Ton Bapok Per Lokasi
- KAI Daop 6 Larang Ngabuburit di Rel, Ancaman 3 Bulan Penjara
- Indonesia Tak Bisa Tarik Pajak Digital Perusahaan AS, Ini Sebabnya
- Manipulasi Saham IMPC, OJK Denda Pelaku Rp5,7 Miliar
- Hotel Tentrem Jogja Sajikan Menu Khas Banjarmasin saat Ramadan
Advertisement
Advertisement








