Jelang Ramadan, Disperindag DIY Siapkan Pasar Murah

Jelang Ramadan, Disperindag DIY Siapkan Pasar MurahPedagang Pasar Bantul menjual cabai rawit yang kini harganya tengah naik diangka Rp120.000 per kilogram. - Harian Jogja/Catur Dwi Janati
23 Maret 2021 11:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Jelang Bulan Ramadan sejumlah harga kebutuhan masih tinggi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY menyiapkan sejumlah langkah.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY, Yanto Aprianto mengatakan harga kebutuhan pokok di DIY saat ini mengalami fluktuasi.

“Cabai rawit merah yang harganya masih Rp98.600/kg, diharapkan April harga mulai landai dikarenakan memasuki masa panen, sedang untuk komoditas lainnya harga masih terkendali masih sesuai harga acuan pemerintah,” ucap Yanto, Senin (22/3/2021).

Baca juga: Melihat Kolam Renang Terdalam di Dunia, Ada Kamar Hotel dan Gua

Yanto menjelaskan untuk ketersedian menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) bahan kebutuhan pokok masih cukup tersedia. Ia mengatakan secara nasional BUMN yang ditunjuk pemerintah melaksanakan lelang impor daging kerbau beku, serta gula pasir.

“Prinsipnya telah mencukupi untuk skala nasional, izin impor juga sudah diterbitkan sejak Desember 2020 ditambah juli sudah memasuki masa giling. Beras memasuki masa panen dan ketersedian sangat cukup bahkan untuk DIY di kabupaten penghasil beras menunjukan surplus,” ujarnya.

Dia menjelaskan Disperindag DIY menyiapkan sejumlah langkah menjelang masuk Ramadan tahun ini. Dinas merencanakan kegiatan pasar murah, kemudian akan mengadakan rapat koordinasi daerah serta pengawasan dan monitoring ke distributor dan pasar.

Kepala Bank Indonesia (BI) DIY, Hilman Tisnawan saat ditanya terkait kondisi inflasi menjelang ramadan, dia mengatakan bahwa akan ada pergerakan, tetapi masih dalam koridor yang sangat rendah, pada kisaran 3±1%.

“Ada beberapa harga yang memang naik, misal Cabai rawit itu namun secara keseluruhan kelihatan belum meningkat, pariwisata belum meningkat signifikan, tetapi memang sudah naik. Inflasi masih aman,” ucap Hilman, Senin (22/3/2021).

Baca juga: KPK Telusuri Aliran Uang Kasus Suap Pajak

Hilman mengatakan pada awal Ramadan dan akhir, atau menjelang lebaran memang perlu diwaspadai adanya kenaikan konsumsi dan harga kebutuhan pokok. Namun, menurutnya hal itu sudah diantisipasi dengan memastikan stok aman, impor juga masih masuk. “Kami sudah rakor Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) barang-barang kebutuhan di DIY, beras, daging dan lainnya masih aman,” ucapnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelum pandemi Covid-19, Hilman menghimbau untuk berhati-hati atau menahan konsumsi, saat ini justru sebaliknya. “Masyarakat yang tabungan masih cukup, mulai belanja beli yang sifatnya bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Inflasi rendah, kita naik sedikit untuk konsumsi, agar mendorong pertumbuhan ekonomi itu bagus,” ujarnya.

Menurut Hilman masih ada sekitar 80% masyarakat menengah DIY yang punya tabungan, namun mereka masih banyak menunggu dan melihat perkembangan kondisi. Berjalannya vaksinasi dan lampu hijau untuk perjalanan mudik dinilainya juga bisa menggerakan ekonomi, dengan catatan tidak muncul klaster Covid-19.