Facebook Segera Bangun Jaringan Kabel Bawah Laut AS-Indonesia

Facebook Segera Bangun Jaringan Kabel Bawah Laut AS-IndonesiaLogo Facebook di kantor Facebook Indonesia - Bisnis/Dhiany Nadya Utami
30 Maret 2021 06:57 WIB Zufrizal Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Facebook akan membangun dua kabel bawah laut yang menghubungkan AS dengan Indonesia untuk pertama kalinya saat grup Silicon Valley meningkatkan fokusnya pada populasi pengguna ponsel cerdas yang tumbuh paling cepat di dunia.

Proyek, di mana Google juga akan memiliki saham, akan memasok internet yang lebih cepat ke ekonomi terbesar di Asia Tenggara serta menghubungkan kedua negara ke Singapura.

Facebook dalam sebuah pernyataan pada Senin (29/3/2021) seperti dikutip www.irishtimes.com dari The Financial Times, menyebutkan bahwa kabel tersebut akan meningkatkan kapasitas data hingga 70 persen antara pantai barat AS dan negara-negara Asia,

Sekitar 400 kabel bawah laut yang beroperasi di seluruh dunia membawa lalu lintas suara dan internet antarnegara dan benua.

Dulu domain perusahaan telekomunikasi, Facebook dan grup teknologi lainnya termasuk Microsoft dan Google telah menjadi investor utama dalam infrastruktur tersebut.

“Kabel-kabel ini bersama-sama merupakan bagian besar dari investasi kami di kawasan Asia Pasifik,” kata Kevin Salvadori, Wakil Presiden Investasi Jaringan di Facebook.

“Wilayah ini adalah populasi pengguna kami yang tumbuh paling cepat di seluruh keluarga aplikasi kami sehingga sangat penting untuk pertumbuhan yang berkelanjutan itu ... dan agar produk dan layanan kami memiliki kapasitas yang cepat, andal, dan memadai,” tuturnya.

Facebook menolak untuk mengatakan berapa banyak uang yang dibelanjakan untuk kabel tersebut, yang dijadwalkan selesai pada 2023 dan 2024.

Pembangunan kabel bawah laut telah menjadi titik api geopolitik bagi perusahaan teknologi, terutama karena ketegangan yang meningkat antara AS dan China.

Pacific Light Cable Network (PLCN), yang didanai oleh Facebook dan induk Google Alphabet, terhenti tahun lalu setelah AS memperingatkan terhadap tautan tersebut dengan alasan keamanan.

PLCN berkapasitas tinggi sepanjang 13.000 km dimaksudkan untuk menghubungkan Hong Kong dengan AS, Taiwan, dan Filipina, tetapi Washington menentang koneksi Hong Kong karena dapat mengekspose data global ke China.

Awal bulan ini, Facebook membatalkan proyek Hong Kong-Amerika, kabel serat optik bawah laut lainnya yang akan menghubungkan California dengan wilayah China, menyusul kekhawatiran Pemerintah AS.

Namun, Claude Achcar, mitra pengelola konsultan yang berfokus pada Asia, Actel Consulting, mengatakan bahwa negara-negara di kawasan selain China lebih penting bagi perusahaan teknologi dalam hal pengguna dan pertumbuhan.

"Kabel bawah laut berjalan seiring dengan pertumbuhan layanan [komputasi] awan yang eksponensial," kata Achcar.

Dia menuturkan, “Pasar seperti Indonesia, Malaysia, dan Filipina sekarang sedang dikembangkan oleh penyedia hyperscale termasuk Facebook, Google, Alibaba, dan lainnya.”

Sementara perusahaan China seperti Tencent dan Alibaba tidak terlibat dalam pembuatan kabel bawah laut, katanya, dua penyedia komputasi awan memiliki sarana untuk melakukannya.

“Hal cerdas bagi negara adalah tidak memihak. Indonesia dan sesama negara Asean [Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara] lebih baik menyambut perusahaan teknologi dari China dan [AS],” kata  Achcar.

Proyek kabel Indonesia akan mendukung pusat data senilai US$1 miliar yang sedang dibangun Facebook di Singapura.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia