Pojok Wakaf Uang Digital Diterapkan di Semua KUA

Pojok Wakaf Uang Digital Diterapkan di Semua KUATangkapan layar saat digelarnya soft launching program Pojok Wakaf Uang Digitial, Kamis (8/4/2021). - Istimewa/BI DIY
09 April 2021 07:47 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) DIY bersama Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) DIY dan Yayasan Edukasi Wakaf Indonesia serta Badan Wakaf Indonesia (BWI) Wilayah DIY merilis program Pojok Wakaf Uang Digital.

Program itu nantinya bakal diterapkan di seluruh Kantor Urusan Agama (KUA) yang tersebar di wilayah DIY dan diharapkan mampu berkontribusi bagi tingkat literasi dan perekonomian warga.

Kepala BI DIY, Hilman Tisnawan, mengatakan potensi wakaf uang di Indonesia bisa mencapai lebih dari Rp100 triliun, sedangkan untuk aset wakaf bisa mencapai Rp2.000 triliun per tahun.

"Kalau di DIY, anggaplah 0,5 persen dari itu, mungkin sekitar Rp100 triliun dan itu kalau dipakai untuk pembangunan dan mengatasi persoalan lain itu sangat luar biasa," kata Hilman saat soft launching via daring, Kamis (8/4/2021).

Sebagai lembaga keuangan yang bertugas dalam mengawasi dan membuat kebijakan di sektor moneter maupun sektor riil, BI, kata dia, punya andil ikut serta mendorong agar potensi wakaf di wilayah DIY dapat berperan optimal di masyarakat dan berguna bagi khalayak.

"Jumlah KUA di DIY kan juga cukup banyak, sehingga kalau program ini dikolaborasikan sebenarnya sangat memudahkan dan bisa membantu masyarakat dalam mendorong potensi wakaf di masyarakat," katanya.

Selama ini, wakaf juga belum tersosialisasi dengan baik di masyarakat. Padahal, potensi yang dimiliki wakaf cukup besar. Ditambah pula sektor ekonomi wakaf di Indonesia yang belum menjadi prioritas.

“Sehingga perlu sinergi dari berbagai pihak untuk menggenjot dan membangkitkan sektor wakaf guna membantu mengatasi persoalan umat. Jadi ada suatu hal yang harus disinergikan karena kesalehan sosial kita kadang kala belum menyatu dengan kesalehan ritual kita," ujarnya.

Literasi Wakaf

Ketua BWI Wilayah DIY, Fahmy Akbar Idries mengatakan peningkatan literasi wakaf di masyarakat sangat dibutuhkan dalam menyukseskan program ini. Apalagi, potensi wakaf di wilayah DIY disebut dia juga cukup besar dan belum terserap optimal.

Dengan begitu, dirilisnya Pojok Wakaf Uang Digital diharapkan pula mampu berkontribusi dalam mengatasi permasalahan sosial seperti kemiskinan di wilayah DIY. "Jangan sampai uang yang ada di DIY mengalir dan keluar ke wilayah lain. Karena potensi wakaf sangat signifikan dan bisa menyelesaikan persoalan sosial semisal kemiskinan," katanya.

Kepala Kanwil Kemenag DIY, Edhi Gunawan mengungkapkan, dalam survei pusat kajian strategis BWI bersama Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag yang dirilis tahun lalu menyatakan bahwa indeks literasi wakaf nasional masih rendah dan belum optimal. Hal itu tentunya menjadi tantangan bagi segenap pemangku kepentingan.

"Wakaf ini juga merupakan salah satu instrumen ekonomi yang memiliki potensi sangat besar dalam mewujudkan kesejahteraan dan keadilan sosial. Wakaf juga sebagai salah satu stimulasi distribusi kekayaan dan cara bersedekah. Namun yang terpenting adalah kemauan dan tidak harus menunggu mampu atau kaya," kata Edi.

Edi menambahkan bahwa, melalui media digital yang terus menghadirkan inovasi diharapkan sektor wakaf kian berkembang dan semakin memudahkan masyarakat dalam menjalankan ibadah sesuai dengan anjuran agama.

Dalam program pojok wakaf uang digital yang akan disebar di tiap-tiap KUA itu, nantinya akan melibatkan peran masing-masing kepala KUA dan juga para penyuluh yang akan bertugas dalam mengedukasi pemberdayaan wakaf di tempat tersebut.

"Nantinya kedua mempelai yang akan melangsungkan pernikahan juga diharapkan memberikan kontribusi dan memberi nilai manfaat bagi masyarakat di wilayah kecamatan tersebut dalam rangka mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat," kata Edi.