Bank Bapas 69 Jaga NPL 5 Persen, Bupati Magelang Apresiasi
Bupati Magelang mengapresiasi kinerja Bank Bapas 69 yang menjaga NPL sekitar 5 persen dan terus mendorong pembiayaan UMKM.
Buku dengan judul "Memorabilia Mereka Peduli Bank Indonesia: 1001 Pemikiran Akademisi" diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Departemen Komunikasi BI sebagai pengarah./Ist
Harianjogja.com, JOGJA - Buku dengan judul “Memorabilia Mereka Peduli Bank Indonesia: 1001 Pemikiran Akademisi” diterbitkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Departemen Komunikasi BI sebagai pengarah. Diterbitkan dan dicetak dengan kualitas prima, tebal buku tersebut mencapai 590 halaman.
Buku tersebut berisi kumpulan artikel opini dan populer yang ditulis oleh 28 akademisi Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Indonesia. Artikel termaksud pernah diterbitkan di berbagai media cetak dan daring (online) yang berskala nasional maupun daerah sepanjang tahun 2020. Akademisi yang memberikan kontribusi artikel opini teresebut bergabung dalam Forum Komunikasi Akademisi Penulis Kebijakan Bank Indonesia (Forkom APIK BI).
“Tulisan opini dan artikel populer yang mendukung edukasi kebijakan Bank Indonesia merupakan salah satu bagian dari komunikasi kebijakan kepada publik yang perlu terus dibangun dan pada akhirnya menjadi bagian penting dalam suatu kebijakan”, jelas Doni P. Joewono selaku Deputi Gubernur BI dalam Kata Sambutan yang disajikan di awal buku.
Selanjutnya Doni menjelaskan bahwa penerbitan buku yang berisi tulisan-tulisan akademisi merupakan pengejawantahan penghargaan Bank Indonesia kepada akademisi penulis.
“Kebijakan BI yang telah dijalankan ditanggapi dan dianalisis oleh para penulis dalam wujud artikel yang tersebar dalam media cetak dan media online di seluruh negeri”, ungkap Erwin Haryono selaku Kepala Departemen Komunikasi BI dalam sekapur sirih.
Selanjutnya Erwin berharap apa yang dilakukan oleh para penulis yang juga pengamat ekonomi dan analis ini dapat membantu mengkomunikasikan berbagai langkah kebijakan yang telah ditempuh BI. Dengan demikian sasaran dari kebijakan yang dikehendaki BI sampai kepada pemangku kepentingan termasuk masyarakat luas.
Sementara itu, tim reviewer yang terdiri Haryo Kuncoro (Guru Besar UNJ Jakarta), Agus Hertha Sumarto (Dosen FEB UMB Jakarta), Suparmono (Dosen STIM YKPN Yogyakarta) dan Pieter Gero (Jurnalis Senior) menyatakan bahwa menelaah, memilah dan kemudian memilih tulisan/artikel ilmiah populer untuk diterbitkan dalam sebuah buku, ternyata bukan pekerjaan yang gampang. Semua artikel amat substansial karena berasal dari pengamat ekonomidan analis yang sudah malang melintang berkecimpung dalam dunia kepenulisan.
“Materi tulisan semuanya berbobot dan terbukti telah terbit di berbagai media ternama di Indonesia”, jelas Haryo Kuncoro yang juga Koordinator Forkom APIK BI.
Buku yang diterbitkan oleh BI pada bulan Februari 2021 ini terdiri dari 4 bagian dan 11 bab. Ke-4 bagian tersebut adalah: (1) Relaksasi suku bunga acuan. (2) Era stabilitas ekonomi. (3) Digitalisasi mati. (4) BI dalam fora perekonomian. Selanjutnya ke-11 bab tersebut terdiri dari: (1) Menuju suku bunga rendah. (2) Intervensi demi rupiah. (3) Urgensi cetak uang. (4) Intermediasi tanpa bank. (5) Era kredit bergulir. (6) Momentum digitalisasi UMKM. (7) Era smartphone. (8) Berdaulat dengan uang digital. (9) Sinergi moneter dan fiskal. (10) BI dalam pemulihan ekonomi nasional. (11) Vaksinasi ekonomi nasional.
Jumlah opini atau artikel populer yang disajikan dalam buku Memorabilia tersebut mencapai 201 tulisan. Di awali artikel yang berjudul “Sinyal Akomodatif Kebijakan BI 2020” yang ditulis oleh Haryo Kuncoro dan diakhir oleh opini Y.Sri Susilo (Dosen FBE UAJY/Atma Jogja) yang berjudul “Outlook Ekonomi Indonesia 2021”. Dari 28 penulis tersebut terdapat 4 kontributor yang produktif atau memyumbang artikel paling banyak, yaitu Haryo Kuncoro, Suparmono, Y. Sri Susilo, dan Ana Sriekaningsih (STIE Bulungan Tarakan).
“Kami para penulis yang tergabung dalam Forkom APIK BI memberikan apresiasi yang tinggi dan menyampaikan terima kasih atas penerbitan buku ini kepada BI, khususnya Departemen Komunikasi BI”, ucap Y. Sri Susilo selaku Humas Forkom APIK BI.
Selanjutnya Susilo berharap hubungan dan komunikasi Forkom APIK BI dengan Departemen Komunikasi BI dapat tetap dilanjutkan dalam berbagai bentuk forum diskusi, pelatihan serta forum akademik yang lain. “Departemen Komunikasi BI sebelum penerbitan buku telah memfasilitasi berbagai kegiatan akademik untuk anggota Forkom APIK BI baik secara luring [sebelum pandemi] dan daring [selama pandemi]," jelas Susilo dalam rilisnya kepada media.*
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Bupati Magelang mengapresiasi kinerja Bank Bapas 69 yang menjaga NPL sekitar 5 persen dan terus mendorong pembiayaan UMKM.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini diprediksi melemah di Rp17.540-Rp17.590. Simak sentimen global dan domestiknya.
Perbasi Kulonprogo menggelar Binangun Basketball Championship 2026 untuk membina atlet muda sekaligus mengalihkan pelajar dari kecanduan gadget.
MSI mendorong pengembangan singkong di DIY untuk mendukung target bioetanol E20 pada 2028 dengan jaminan pasar dan harga bagi petani.
Menko Pangan Zulhas memastikan bantuan pangan beras berlanjut hingga Desember 2026 dengan tambahan alokasi 1 juta ton untuk tiga bulan.
Sebanyak 847 peserta dan ofisial dari 12 provinsi mulai tiba di Jateng untuk mengikuti MTQ Nasional XXXI di Semarang pada 11-20 September 2026.