Disperindag DIY Gelar Pasar Murah untuk Stabilkan Harga

Disperindag DIY Gelar Pasar Murah untuk Stabilkan HargaKepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto saat memantau Pasar Murah di halaman Disperindag DIY, Selasa (27/4/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
28 April 2021 10:47 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA— Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY terus melakukan berbagai upaya untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, dan memastikan stok tercukupi selama Ramadan dan lebaran nanti.

Salah satu upaya tersebut dengan penyelenggaraan Pasar Murah yang diselenggarakan di Kantor Disperindag DIY, Senin (26/4/2021) dan Selasa (27/4/2021). Sebelumnya kegiatan Pasar Murah juga diselenggarakan di Bantul dan Gunungkidul.

“Harapan dengan penyelenggaraan ini harga stabil dan ketersediaan cukup. Kami juga terus melakukan pemantauan. Agar masyarakat dapat tenang, harga tidak bergejolak,” ucap Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Disperindag DIY, Yanto Aprianto.

Baca juga: Penelitian: Pola Makan Pengaruhi Kesehatan Kulit

Yanto mengatakan saat ini pun untuk ketersediaan kebutuhan pokok masih mencukupi. Demikian pula untuk masalah harga, menurutnya tidak ada yang mengalami kenaikan signifikan. “Hanya daging ayam mengalami kenaikan, karena memang permintaan dari masyarakat tinggi. Cabai, telur juga sudah mulai turun,” ucap Yanto.

Seperti hasil pantauan Disperindag DIY, harga rata-rata untuk ayam broiler di pasar yaitu Rp36.600/kg. Harga tersebut berada di atas HET yaitu Rp35.000/kg. Sementara untuk telur ayam Rp21.300 berada di bawah HET Rp24.000/kg. Untuk komoditas lain yang sempat tinggi, Cabai Rawit merah saat ini diharga Rp40.300/kg.

Terkait cabai, Yanto menyarankan agar ada variasi dalam pengolahan atau penjualan. Seperti pembuatan cabai kering, atau cabai pasta, sehingga dapat membantu menstabilkan harga. “Permasalahan cabai kan kalau disimpan terlalu lama busuk. Saat masuk panen bisa diolah, sehingga harga di petani juga tidak drop,” ujarnya.

Baca juga: Ramadan Media Pendewasaan Umat Menyikapi Arus Informasi

Untuk penyelenggaraan pemantauan harga atau upaya penstabilan harga, dikatakan Yanto akan terus dilakukan hingga lebaran nanti.

Salah satu Pedagang yang mengikuti Pasar Murah, Endang mengatakan untuk komoditas yang Ia jual dinilai tidak ada kenaikan. Seperti Bawang Putih Kating yang dijualnya Rp25.000/kg, kemudian bawang putih sinco Rp22.000, sementara untuk bawang merah dijual mulai harga Rp16.000/kg-Rp26.000/kg.

“Pasokan lancar, bawang merah itu dari Bantul, Kulonprogo, Nganjuk, Sulawesi. Kalau bawang putih kan impor, saya ngambilnya dari Solo, Ambarawa,” ucapnya.