Inkubator Bisnis, Cara Jitu Dinkop-UKM DIY Naikkan Kelas UKM

Inkubator Bisnis, Cara Jitu Dinkop-UKM DIY Naikkan Kelas UKMKepala Dinkop-UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi (tengah) memberikan secara simbolis kartu anggota kepada salah satu peserta Inkubator Bisnis UMKM Naik Kelas di Hotel Merapi Merbabu, Senin (7/6/2021). - Harian Jogja/Sirojul Khafid
07 Juni 2021 17:37 WIB Media Digital Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA--Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop-UKM) DIY terus berupa meningkatkan kelas usaha kecil dan menengah (UKM) di DIY, salah satunya adalah melalui inkubator bisnis.

Kepala Dinkop-UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, inkubator yang membimbing 100 UKM ini sebagai komintmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas, kapabilitas, omzet, daya saing, dan daya tahan UKM di DIY.

Pada inkubator tahap pertama yang berlangsung pada 7-10 Juni 2021, jumlah peserta berjumlah 50 pelaku usaha yang sebagian besar merupakan pelaku usaha kuliner. Sementara untuk 50 peserta lainnya akan ikuti tahap kedua beberapa waktu ke depan.

Seluruh peserta, kata dia, akan mendapatkan materi dan pendampingan dari mentor dalam hal busines check up, business model canvas, branding, pembuatan profil usaha, digital marketing content, FB IG GMB, lokapasar dan tip-tip usaha.

Nantinya akan dipilih 20 peserta yang akan mendapat bantuan pendanaan serta pendampingan lebih lanjut. "Ini adalah cara kami menyiapkan para pelaku wirausaha agar bisa lebih maju dan unggul, serta bisa mempunyai daya juang tinggi, siap berkolaborasi, dan adaptif," kata Siwi dalam acara Inkubator Bisnis UMKM Naik Kelas di Hotel Merapi Merbabu, Senin (7/6/2021).

Selain untuk meningkatkan kelas, inkubator bisnis juga bisa menjadi ajang kolaborasi antarpelaku usaha. Melalui kolaborasi, maka kekuatan kecil yang tersebar ini bisa menjadi satu kekuatan besar yang saling menguatkan. Keunikan usaha dan pasar masing-masing bisa saling mengisi satu sama lain.

"Jangan sampai antarpelaku usaha di DIY justru saling menjatuhkan. Kekuatan akan beda apabila saling kolaborasi yang kuat. Nantinya juga akan mempermudah akses apabila ada investor. Kalau kualitas usaha kecil nanti akan sulit " kata Siwi.

Sistem kolaborasi ini pula yang coba diterapkan DinkopUKM DIY pada incubator bisnis. Nantinya, kata Siwi, mereka bekerja sama dengan Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan atau Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia (UII).

Siwi menganggap Dinkop-UKM DIY dan UII punya visi dan fasilitas yang sama terkait inkubator para pelaku usaha. Kerja sama ini juga bentuk kolaborasi pemerintah dengan akademisi.

Perbanyak Pengusaha

Direktur Simpul Tumbuh UII, Arif Wismadi mengatakan apabila UII dalam beberapa tahun ini fokus dalam konsep Enterpreneur University. Hal ini melengkapi visi UII sebelumnya sebagai Research University. Senada dengan gerakan Dinkop-UKM DIY, UII juga berupaya menaikkan kelas universitas dengan perbanyak pengusaha, khususnya bagi mahasiswa.

Semangat ini perlu diimplementasikan melalui konsep, narasi, dan tindakan yang baik. "Bisnis yang dibangun oleh temen-temen mahasiswa harus benar-benar mengakar pada permasalahan umat. Peran kami selesaikan problem, kalau tidak hanya sekadar ide saja," kata Arif.

Selain berorientasikan untuk selesaikan masalah umat, bisnis di Jogja juga perlu memperhatikan sosial budaya masyarakatnya. Hal ini agar produk barang atau jasa bisa diterima dan berkembang di masyarakat. Contoh baik bisa dilihat pada UKM di Jogja. Meski berpengaruh pada pola dan pendapatan, pelaku UKM ternyata bisa melihat peluang dan bertahan di masa pandemi.

Dengan kerja sama ini, Arif berharap lulusan UII semakin banyak yang menjadi pengusaha. Pada 2014, lulusan UII yang menjadi pengusaha sekitar 5%. Jumlah ini meningkat pada 2019 sekitar 14%.

"Harapannya pengusaha [lulusan UII] meningkat. Dari banyaknya kantor yang tutup, ada peluang buat usaha sendiri," kata Arif.

Transaksi Nondigital

Tidak hanya dengan UII, Dinkop-UKM DIY juga bekerja sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD) DIY, utamanya soal migrasi transaksi manual ke digital.

UKM binaan Diskop-UKM DIY akan mendapatkan kartu anggota yang juga berfungsi sebagai ATM. Hal ini udah mempermudah apabila suatu ketika pelaku UKM membutuhkan laporan keuangan, salah satunya untuk bekerja sama dengan investor.

Dinkop-UKM DIY semakin gencar dalam migrasikan UKM dari yang sebelumnya banyak yang tradisional menjadi lebih modern. Tidak hanya secara transaksi, bisnis juga perlu digitalisasi secara pemasaran dan lainnya.