Longsor Sungai Bedog Bantul Akan Diperkuat Beronjong pada 2027
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
Suasana program inkubator bisnis yang digelar oleh DinkopUKM DIY bekerja sama dengan UII, Kamis (10/6). (Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker)
Harianjogja.com, JOGJA—Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) DIY mengadakan inkubator bisnis kepada sejumlah pelaku UKM. Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan menguatkan aspek usaha UKM serta mendorong go digital.
Kasi Layanan Usaha Terpadu Koperasi dan UKM Dinkop UKM DIY, Hana Fais Prabowo menjelaskan kegiatan ini rutin diberikan setiap tahun kepada pelaku UKM. Kali ini sebanyak 100 peserta UKM dari berbagai jenis usaha ikut serta dalam inkubator bisnis.
Pelaku UKM itu nantinya akan disaring dan melalui tahapan yang cukup ketat untuk bersaing menjadi yang terbaik. Hal ini dilakukan agar peserta semangat dan terbentuk jiwa persaingannya, sehingga mengikuti setiap kelas dan materi yang diberikan dengan sungguh-sungguh. "Ada tahap seleksi yang diberlakukan kepada peserta yakni melalui penilaian," katanya, Kamis (10/6).
Fais menjelaskan, nantinya dari 100 peserta akan menjaring menjadi sebanyak 50 di tahap kedua dan 25 UKM pada tahap ketiga. Dalam tahap akhir di akhir akan ada 20 UKM terpilih yang akan mendapat berbagai keuntungan karena telah melalui sejumlah tahapan yang diberikan oleh Dinas Koperasi dan UKM
"Tiap UKM ada pendampingnya, jadi penilaian itu berdasarkan pengamatan yang dilihat selama menjalani program inkubator nisnis ini," terangnya.
Program inkubator bisnis ini bekerja sama dengan Inkubasi Bisnis & Inovasi Bersama (IBISMA) Direktorat Pembinaan & Pengembangan Kewirausahaan atau Simpul Tumbuh Universitas Islam Indonesia (UII). Pelatihan digelar selama beberapa hari di Hotel Merapi Merbabu.
Rininta Hanum, Ketua Program IBISMA UII mengatakan menggunakan kurikulum yang relevan serta kredibel sebagai bahan ajar kepada para pelaku UKM itu. Adapun tahapan materi yang diberikan yakni berupa materi tentang marketing, produksi, serta keuangan.
"Untuk marketing kami berikan dasar-dasarnya dulu terkait dengan branding,WhatsApp Bisnis, dan lain sebagainya. Ini bertahap jadi ketiga materi itu merupakan hal yang penting agar UKM berkembang," ujarnya. (Yosef Leon Pinsker)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Longsor dinding Sungai Bedog Bantul akan ditangani BBWSSO pada 2027. Beronjong dibangun setelah saluran air di sekitar lokasi diperbaiki.
Agrinas Palma Nusantara menjajaki penggunaan truk listrik untuk mengangkut tandan buah segar sawit guna mendukung modernisasi logistik dan keberlanjutan industr
Mario Aji gagal lolos ke Q2 Moto2 Aragon 2026 setelah finis ke-12 di Q1. Pembalap Indonesia itu akan memulai balapan dari posisi ke-26.
Studi terhadap 183.000 orang menemukan hubungan penggunaan media sosial lebih dari 2,5 jam per hari dengan meningkatnya gejala depresi.
Pemerintah Nepal meminta Meta dan TikTok mempercepat penghapusan konten AI, rekaman lama, hingga QR donasi palsu terkait bencana banjir dan longsor.
PSIM Jogja mengungkap kisaran harga jersey Adidas musim 2026/2027. Jersey resmi Laskar Mataram dibanderol sekitar Rp700 ribu hingga Rp800 ribu dan dijual melalu