Advertisement
Askrindo Salurkan Bantuan sebagai Wujud Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan
Pemimpin Cabang Askrindo Yogyakarta, Azhari Nur Kusumo (dua kiri) menyerahkan bantuan program tanggung jawab sosial dan lingkungan ke Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti (dua kanan), di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Kamis (24/6/2021). - Harian Jogja/Herlambang Jati Kusumo
Advertisement
Harianjogja.com, SLEMAN--PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo), memberikan bantuan Rp500 juta kepada Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Kamis (24/6/2021). Bantuan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan masjid di kampus tersebut.
Pemimpin Cabang Askrindo Yogyakarta, Azhari Nur Kusumo mengatakan bantuan program tanggung jawab sosial dan lingkungan ini merupakan wujud kepedulian Askrindo sebagai salah satu BUMN yang tidak hanya mencari keuntungan semata. “Bantuan ini merupakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat, baik dalam keagamaan maupun pendidikan,” ucap Azhari, Kamis (24/6/2021).
Advertisement
Azhari mengatakan saat ini BUMN memiliki core value AKHLAK yang merupakan singkatan dari Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Hal itu lah yang juga coba diterapkan oleh Askrindo. “Kami harus memberikan impact yang positif,” ujarnya.
Azhari mengungkapan tahun ini menargetkan bisa memberikan bantuan Rp10 Miliar untuk masyarakat Indonesia. Hingga Mei 2021 setidaknya sudah tersalurkan Rp2 MIliar lebih. “Kami harapkan dapat membantu masyarakat,” ucap Azhari.
Sementara itu, Rektor Unisa Yogyakarta, Warsiti mengatakan untuk pembangunan nantinya direncanakan dua lantai, yang nantinya bisa menampung hingga 2.000 orang. Pembangunan masjid yang dekat akses jalan, diharapkan juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. “Harpannya adanya masjid ini nanti juga dapat dimanfaatkan untuk pembangunan karakter mahasiswa,” ucap Warsiti.
Dia juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Askrindo. Sinergi dengan berbagai pihak saat ini dikatakannya sangat penting. “Kami harap terus bisa bersinergi. Wujud dari kampus merdeka, bisa bersinergi juga nanti dengan industri, magang atau yang lainnya,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Pemerintah Tanggung PPh 21 Pekerja 5 Sektor Padat Karya 2026
- Venezuela Punya Cadangan Minyak Terbesar, tapi Produksi Anjlok
- Penjualan Tiket KAI Tembus 4 Juta pada Arus Balik Nataru
- GIPI DIY: Nataru Ramai, Lama Tinggal Wisatawan Masih Jadi PR
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BI Proyeksikan Ekonomi DIY 2026 Tumbuh hingga 5,7 Persen
- Harga Emas Hari Ini 7 Januari 2026, UBS dan Galeri24 Melonjak
- Rentenir dan Pinjol Ilegal Kini Bisa Dipidana, Ini Aturannya
- Ekonomi Vietnam Tumbuh 8,02 Persen pada 2025, Tertinggi 3 Tahun
- Konsumsi Dex Series di Jateng-DIY Naik 35,6 Persen Saat Nataru 2026
- Libur Nataru, Konsumsi Listrik di DIY Meningkat 16 Persen
- 75 Persen Tiket Nataru Dibeli Lewat Access by KAI
Advertisement
Advertisement





