Munas Kadin Jalan Terus di tengah Lonjakan Kasus Covid-19

Munas Kadin Jalan Terus di tengah Lonjakan Kasus Covid-19Ilustrasi. - Freepik
25 Juni 2021 09:27 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA– Persiapan Musyawarah Nasional (Munas) Kamar dan Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Kota Kendari telah mencapai 90%. Panitia lokal Munas Kadin terus melakukan koordinasi dengan panitia pusat jika pelaksanaan Munas pada 30 Juni tidak berubah.

Ketua Panitia Lokal Munas Kadin, Suwandi Andi mengatakan pelaksanaan Munas pada 30 Juni 2021 nanti akan dibuka oleh Presiden Joko Widodo. Persiapan kegiatan, katanya sudah selesai. Mulai dari pemasangan atribut, perhotelan untuk tempat menginap peserta termasuk lokasi Munas di Hotel Claro.

"Sampai hari ini belum ada surat resmi atau informasi apapun kepada kami penundaan apalagi pemindahan lokasi atau pemberhentian kegiatan. Alhamdulillah kami selalu komunikasi dengan pusat. Instruksinya jalan terus, dan memang kami jalan terus sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kami,” ujar Suwandi melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (24/6).

Terkait dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 khususnya di Kota Kendari, Suwandi mengatakan hal itu menjadi spirit semua bisa lebih siaga. Panitia akan semakin memperketat penerapan protokol kesehatan terhadap para peserta. Peserta Munas harus dapat membuktikan negatif dari Covid-19 dengan serangkaian tes.

Baca juga: Dugaan Pelanggaran Etik di Era Firli Bahuri Melonjak, Ini Kata Dewas KPK

"Panitia bersama-sama dengan pemerintah kota dan pemerintah provinsi tentu saja akan turun untuk memastikan penerapan protkol kesehatan," urainya.

Koordinator Media Center Kadin Sultra, La Ode Rahmat Apiti mengatakan jumlah peserta Munas Kadin diperkirakan mencapai 300 orang. Setiap Kadin Provinsi akan mengirim lima peserta. Terdiri dari tiga peserta yang memiliki hak pilih dan dua orang lainnya sebagai peserta peninjau, ditambah pengurus Kadin pusat.

“Saat pelaksanaan Munas, tidak ada yang bisa masuk selain panitia dan peserta. Rapid test akan dilakukan dua kali yaitu saat masuk hotel dan saat masuk arena Munas. Bahkan sopir yang antar peserta juga dites rapid,” ujar Rahmat.

Alat tes rapid antigen yang digunakan panitia didatangkan khusus dari Jakarta. Hasilnya (positif/negatif Covid-19) dapat diketahui dalam waktu 15 menit. Selain itu, saat Munas digelar juga akan diluncurkan vaksinasi gotong royong. Jumlah orang yang akan divaksin Covid-19 sebanyak 1.500 orang.

"Pembukaan Munas akan dilakukan di Masjid Al-Alam pada 30 Juni 2021. Pelaksanaan Munas dipastikan akan berlangsung hingga 2 Juli 2021," katanya.

Sementara itu, Jubir Satgas Covid-19 Kota Kendari dokter Algazali mengatakan dalam kurun tiga pekan ini terjadi peningkatan kasus positif Covid-19. Namun masyarakat diharapkan tidak panik karena kejadiannya serupa terjadi di seluruh Indonesia.

"Jumlah yang positif untuk Kota Kendari itu kemarin 151, kemudian yang hari ini terkonfirmasi 46 orang. Jadi sekitar 197. Statusnya untuk Kota Kendari ada tiga kecamatan yang berstatus merah namun tidak semua karena ada kelurahan yang statusnya tidak merah jadi tidak bisa mengambil kesimpulan secara menyeluruh,” ujar Algazali.

Terkait pelaksanaan Munas Kadin, Algazali menilai tidak ada masalah. Yang penting, katanya kegiatan dilakukan sesuai protokol kesehatan. Misalnya kegiatan dilakukan dalam gedung berkapasitas 100 orang, maka cukup 50 orang saja. "Satgas tidak akan mungkin lepas tangan dengan pelaksanaan Munas Kadin, sebab terkait keamanan dari Covid menjadi tanggung jawab bersama," katanya. *