Penjualan Mobil Diperkirakan Anjlok Akibat PPKM Darurat

Penjualan Mobil Diperkirakan Anjlok Akibat PPKM DaruratIlustrasi mobil sedan - Bisnis Indonesia/Alby Albahi
07 Juli 2021 10:17 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa dan Bali mulai Sabtu (3/7/2021) hingga Selasa (20/7/2021), dinilai akan mempengaruhi menahan penjualan mobil.

Supervisor Mazda Jateng-DIY di PT Automobil Jaya Abadi-Mazda Jogja, Oscar Novianus mengatakan saat ini belum begitu terlihat bagaimana dampaknya, namun menurutnya kebijakan tersebut akan sangat mempengaruhi penjualan mobil.

“Sangat [berpengaruh] PPKM Darurat baru mulai saya belum bisa prediksi. Sebelumnya kan sudah lebih baik jika dibandingkan 2020 kemarin. Sudah ada peningkatan,” ucap Oscar, Selasa (13/7/2021).

BACA JUGA : Pandemi, Penjualan Mobil Anjlok sampai 70% 

Sebelum PPKM Darurat ini, Dia mengatakan sebenarnya tidak ada masalah tipe mobil Mazda tidak ada yang masuk kebijakan insentif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM). “Persaingan dengan yang PPnBM, Mazda tetap ada pasarnya tersendiri,” ujarnya.

Masih menjadi favorit masyarakat All New Mazda CX-3, namun karena unitnya terbatas saat ini harus indent. Upaya promo juga dilakukan, seperti mengupayakan bunga 0%, DP minim dan pembelian via online baik via web ataupun media sosial.

“Dealer saat ini tutup, tapi bisa juga dengan janjian dengan salesnya dan lebih baik via online sementara ini. Harapan kami semua memang patuh dengan protokol kesehatan agar pandemi segera berakhir, dan kembali pulih,” ujar Oscar.

Senada dengan Oscar, Kepala Cabang Nasmoco Mlati Dealer Resmi Toyota Wilayah Yogyakarta, Djendro Mardjiono mengatakan PPKM Darurat memang membuat penjualan menurun. “Merosoot orang fokus PPKM dulu. Lihat penyebarannya Jogja seperti ini, orang cenderung menunggu dulu,” ucap Djendro.

Djendro mengatakan sebelum PPKM Darurat ini sejumlah tipe yang menjadi favorit Innova, Calya, Agya. “Sebelumnya juga naik karena PPnBM itu, tetapi kan unitnya belum ada. Kebanyakan juga bukan pembeli baru,” katanya.

BACA JUGA : Peningkatan Kasus Covid-19 Bikin Lesu Penjualan Mobil

Dia menilai industri otomotif akan bangkit dalam waktu yang cukup lama, namun dikatakannya semua tidak boleh menyerah. Diharapkannya semua sadar bahaya Covid-19, dan bersama-sama membantu untuk mengambil peran mencegah penyebaran Covid-19 ini.