Pandemi, Penjualan Mobil Anjlok sampai 70%

Pandemi, Penjualan Mobil Anjlok sampai 70%Salah satu bursa mobil bekas di Jalan Magelang, Sleman ini menjadi rujukan masyarakat yang membutuhkan kendaraan dengan harga terjangkau, Selasa (19/6/2018). - Harian Jogja
19 Mei 2020 22:27 WIB Hafit Yudi Suprobo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Industri otomotif menjadi salah satu sektor bisnis yang ikut terdampak pandemi Covid-19. Tercatat penjualan sejumlah produsen mobil anjlok hingga 70%, bahkan ada produsen mobil yang hanya menggantungkan aspek penjualan terhadap jenis commercial car.

General Manager PT Sumber Baru Mobil yang merupakan main dealer Suzuki untuk wilayah DIY, Kedu, dan Banyumas Rizki Indriananta, mengatakan penjualan mobil baru Suzuki di tengah pandemi Covid-19 ini turun hingga 70%. Pandemi Covid-19 diakuinya sangat memukul angka penjualan mobil baru Suzuki.

"Kalau mobil baru masih susah. Leasing juga close semua. Maret dan April sebenarnya masih bagus. Tetapi pada Mei ini langsung anjlok. Maret dan April itu turun paling 10 persen. Biasanya kami bisa jual 220 unit kemudian turun menjadi 170 itu kan masih di kisaran 20 persen. Kalau di Mei ini anjlok sebesar 70 persen," ujar Rizki kepada Harian Jogja, Selasa (19/5).

Lebih lanjut, angka penurunan penjualan unit mobil baru Suzuki terjadi serentak di seluruh wilayah DIY dan Jateng. Penurunan tersebut, lanjut Rizki, tidak bisa diantisipasi oleh pelaku industri otomotif. Penurunan ini juga menurutnya dialami oleh pelaku industri otomotif selain Suzuki.

"Mobil bekas apalagi lebih parah lagi. Saya juga banyak kenalan pelaku usaha jual beli mobil bekas. Mereka mengeluhkan jika tidak ada pembelian sama sekali. Penurunan ini tetap tidak bisa diantisipasi. Penurunan terjadi di seluruh wilayah DIY Jateng," imbuhnya.

Alih-alih pasrah terhadap kondisi pasar, Rizki tetap berupaya agar penjualan tetap ada. Nyatanya ada sejumlah mobil yang penjualannya masih terjaga. Mobil jenis pikap untuk tujuan komersial seperti Carry masih diincar oleh pelaku usaha.

Walaupun, penjualannya juga tidak sebagus jika dibandingkan masa sebelum pandemi Covid-19. "Kalau unit yang commercial seperti Carry penjualannya masih ada karena memang untuk menunjang pelaku UMKM. Pelaku UMKM tetap beli mobil karena untuk usaha. Carry masih diincar. Jualan Carry itu 50 unit saja sudah bagus. Biasanya 250 unit sebelum pandemi Covid-19 ini per bulan," ucap Rizki.

Meski begitu, pandemi Covid-19 ini juga tidak membuat ia mengambil langkah efisiensi seperti pengurangan jumlah karyawan. Bahkan, tunjangan hari raya (THR) juga diberikan oleh Rizki kepada karyawannya secara full. "Kami menilai karyawan sudah memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perusahaan, masa baru kena musibah seperti ini langsung tidak dikasih THR," ujar dia.

SUV Mewah

Sementara pabrikan mobil asal Jepang lainnya yakni Mazda juga ikut gigit jari di tengah pandemi Covid-19 ini. Penjualan Mazda untuk regional DIY maupun Jateng juga mengalami penurunan yang signifikan. Walaupun, ada sejumlah unit yang masih diincar oleh konsumen karena Mazda juga punya segmen yang berbeda dari pabrikan mobil lainnya.

"Memang turun. Tetapi karena Mazda punya segmentasi tersendiri, untuk penjualan unit mobil ya masih ada jadi. Memang, tidak sebanyak sebelum pandemi. Penurunan sebesar 70-80 persen. Tetapi, Mazda memang bisa dikatakan premium class jadi memang ada segmen tersendiri dan konsumen tersendiri," ujar Supervisor Mazda Jateng-DIY di PT Automobil Jaya Abad-Mazda Jogja, Oscar Novianus, Selasa.

Sejauh ini, kata dia, SUV mewah CS9 justru masih menjadi incaran konsumen. Tipe SUV berkapasitas mesin 2488 CC dan empat silinder ini justru menjadi incaran konsumen di tengah pandemi Covid-19 ini. Walaupun, angka penjualan tidak sebagus dengan masa sebelum pandemi Covid-19.

Untuk mengantisipasi penurunan angka penjualan unit mobil, Mazda menggencarkan upaya digital marketing. Upaya promosi melalui berbagai platform media sosial dilakukan oleh Oscar dan jawatannya. “Sebisa mungkin, Mazda memberikan pelayanan yang maksimal di tengah pandemi Covid-19. Konsumen tidak harus datang ke showroom maupun bertatap muka ketika ingin melakukan pembelian unit Mazda.”