Luhut Sebut Kenaikan Kasus Covid-19 Bikin Investor Ragu-Ragu

Luhut Sebut Kenaikan Kasus Covid-19 Bikin Investor Ragu-RaguMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan - Istimewa
14 Juli 2021 15:47 WIB Feni Freycinetia Fitriani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatatakan kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia membuat investor memilih wait and see.

Menurutnya, pemerintah sekarang fokus untuk menangani pandemi dari sisi kesehatan, baru setelah itu memikirkan kondisi ekonomi.

"Kondisi pandemi membuat kepercayaan [dan] konsumsi yang menurun. Setiap kasus [positif harian covid-19] naik ini yang menyebabkan investor menimbang kembali investasinya atau yang disebut wait and see," ujar Luhut dalam acara Investor Daily Summit 2021, Rabu (14/7/2021).

Dia menuturkan investor menunggu langkah nyata pemerintah Indonesia untuk bisa menangani lonjakan kasus Covid-19 yang kini terjadi.

Jika pemerintah bisa mengendalikan transmisi Covid-19, dia menilai investor akan kembali masuk untuk menanamkan modalnya di dalam negeri.

"Kalau kita [pemerintah] menangani Covid-19 ini bagus, saya kira mereka masih confidence untuk investasi ke indonesia. Saya lihat di Indonesia Timur untuk industri strategis belum ada penurunan keinginan untuk bernvestasi," jelasnya.

Menko Luhut menyampaikan bahwa munculnya varian Delta telah menyebabkan jumlah kasus positif Covid-19 meningkat sangat tinggi di Indonesia dan banyak negara.

Melihat keadaan itu, pemerintah memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat di sejumlah daerah untuk menekan transmisi Covid-19. Hal ini dilakukan karena varian Delta lebih mudah menginfeksi dan menular ke manusia dibandingkan virus corona varian Alpha.

Satgas Penanganan Covid-19 melaporkan jumlah tambahan pasien Covid-19 baru mencapai 47.899 kasus pada Selasa (13/7/2021). Penambahan kasus baru ini menjadi rekor baru sejak awal pandemi Covid-19. Berdasarkan data terbaru Satgas Covid-19, kenaikan kasus positif tersebut menjadikan angka terkonfirmasi secara akumulasi mencapai 2.615.529 orang.

Sumber : JIBI/Bisnis.com