Tanggulangi Pandemi Covid-19, Kadin Indonesia-SKK Migas Serahkan 7 ISO Tank & 1.500 Tabung Oksigen

Tanggulangi Pandemi Covid-19, Kadin Indonesia-SKK Migas Serahkan 7 ISO Tank & 1.500 Tabung OksigenPenyerahan bantuan ISO Tank dan Oksigen dilakukan secara daring, dihadiri Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Kadin Indonesia Arsjad Rasjid, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Sekjen Kementerian ESDM Ego Syahrial, serta para pejabat kontraktor KKKS, Jumat (16/7/2021). - Ist
17 Juli 2021 19:17 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA- Kolaborasi dan gotong-royong harus dilakukan untuk mengatasi pandemi Covid-19. Hal ini pula yang dilakukan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid mengungkapkan, melalui kolaborasi ini, dunia usaha, industri hulu migas juga stakeholder terkait, bahu-membahu membantu pemerintah menangani pandemi Covid-19 di Tanah Air.

"Melalui ikhtiar ini, Kadin bersama dunia usaha membantu mempercepat pemulihan kesehatan dan membangkitkan ekonomi. Dilaksanakan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong, Kadin optimistis, kita mampu bangkit mengatasi pandemi ini," kata Arsjad melalui rilis yang diterima Harian Jogja, Sabtu (17/7/2021).

Melalui upaya ini, Kadin juga mengajak dunia usaha untuk bersatu dan bergotong royong membantu pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 yang belum kunjung berakhir. Melalui gerakan ini pula, Kadin melakukan usaha bersama untuk mengatasi pandemi.

"Selain melanjutkan program Vaksinasi Gotong Royong yang telah berjalan, Kami bersama sektor swasta juga akan membangun rumah sakit darurat Covid-19," katanya.

Rencananya, rumah sakit darurat untuk pasien Covid-19 berkategori sedang tersebut akan didirikan di dekat pabrik produsen oksigen, dengan target lokasi di DKI Jakarta, serta beberapa daerah lainnya.

Dengan cara ini, ungkap Arsjad, rantai distribusi kebutuhan oksigen akan diperpendek karena bisa disalurkan secara langsung dari pabrik ke rumah sakit darurat. Oksigen likuid pun tidak perlu dikirim menggunakan truk besar maupun dalam bentuk tabung, melainkan langsung melalui pipa.

Selain itu, Kadin juga turut membantu mengatasi permasalahan kelangkaan tabung oksigen yang dibutuhkan pasien Covid-19. Dalam hal ini, Kadin membantu pengadaan tabung oksigen (silinder) untuk memenuhi ruang-ruang darurat perawatan pasien Covid-19.

"Pengadaan tabung di tengah lonjakan kasus positif Covid-19 akan sangat membantu kebutuhan oksigen di kamar darurat rumah sakit," katanya.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengapresiasi kolaborasi yang digagas Kadin bersama SKK Migas dan KKKS ini. Apalagi, sejak varian Delta merebak di Indonesia, kebutuhan oksigen harian untuk pasien Covid-19 sangat tinggi. "Dengan kolaborasi ini, kita harap mampu memenuhi kebutuhan oksigen harian kita yang semakin tinggi," kata Budi Gunadi.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto berharap kolaborasi ini akan makin mempercepat penanganan pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen. "Kami berharap bantuan ini dapat meringankan usaha-usaha yang dilakukan untuk menanggulangi pandemi ini," kata Dwi.

Bantuan tujuh ISO tank ini, katanya, merupakan fasilitas sewa dari kontraktor KKS, yang sementara dialihkan untuk mendukung program kemanusiaan tersebut. Sebanyak empat ISO tank diberikan melalui BP Indonesia, masing-masing berkapasitas 17 ton oksigen untuk mendukung pengadaan oksigen di Pulau Jawa.

Rinciannya, dua ISO tank diserahkan kepada Kadin Indonesia, sedangkan dua lainnya masih dalam proses persiapan. Sementara tiga buah ISO tank lainnya berkapasitas 18 ton ini digunakan untuk mendukung transportasi oksigen di Pulau Kalimantan.

Saat ini, satu ISO tank telah digunakan sebagai hub oksigen untuk menyuplai kebutuhan rumah sakit di Balikpapan, dan dapat memenuhi kebutuhan seluruh rumah sakit di sana selama dua hari. Sementara dua ISO tank lainnya masih dalam persiapan.

Adapun 1.500 tabung yang dikumpulkan dari sejumlah KKKS yang telah terisi oksigen dan sebagian lain berasal dari tabung operasional hulu migas, sehingga perlu dibersihkan dan memenuhi standar medis.

“Kami ucapkan terima kasih atas dukungan dari KKKS dalam program ini. Kami merasakan betul dampak pandemi Covid-19 di hulu migas. Bersama-sama kita akan semakin kuat dan tangguh mengalahkan Covid-19 agar perekonomian dapat kembali normal," lanjut Dwi.