Mendag: Periode Juni 2021 Neraca Perdagangan Surplus

Mendag: Periode Juni 2021 Neraca Perdagangan SurplusMenteri Perdagangan Muhammad Lutfi (dalam layar) memberikan pemaparan dalam webinar Mid Year Economic Outlook 2021: Prospek Ekonomi Indonesia Pasca Stimulus, Relaksasi dan Vaksinasi di Jakarta, Rabu (7/7/2021). Bisnis - Himawan L Nugraha
18 Juli 2021 10:57 WIB Amanda Kusumawardhani Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Neraca perdagangan periode Juni 2021 mencatatkan surplus sebesar US$1,32 miliar. Surplus ini menunjukkan tren surplus neraca perdagangan bulanan terus berlanjut sejak Mei 2020.

Kabar gembira lainnya, kinerja ekspor periode Juni 2021 berhasil mencatatkan rekor baru sejak Agustus 2011 dengan mencatatkan angka sebesar USD 18,55 miliar.

“Pada periode Juni 2021, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus dengan nilai US$1,32 miliar. Hal yang membanggakan kita semua, dari sisi ekspor, nilai total ekspor Indonesia mencapai US$18,55 miliar dan menjadi yang tertinggi sejak Agustus 2011,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi, dikutip dari keterangan resminya, Minggu (18/7/2021)

Menurutnya, surplus neraca perdagangan bulan Juni 2021 ditopang oleh surplus neraca nonmigas sebesar US$2,38 miliar dan terkontraksi defisit neraca migas sebesar US$1,07 miliar.

Indonesia mencatatkan surplus dengan beberapa negara mitra dagang utama pada Juni 2021. Surplus nonmigas terbesar berasal dari Amerika Serikat (AS) yang mencatatkan nilai surplus US$1,24 miliar, Filipina US$0,65 miliar, dan Belanda US$ 0,32 miliar.

Sementara itu, neraca perdagangan kumulatif Januari–Juni 2021 tercatat surplus US$11,86 miliar. Nilai tersebut diperoleh dari surplus perdagangan pada sektor nonmigas sebesar US$17,57 miliar pada Januari–Juni yang mampu menutupi defisit perdagangan migas yang mencapai US$5,70 miliar.

Bahkan, neraca perdagangan kumulatif periode Januari–Juni 2021 jauh melampaui surplus perdagangan periode Januari–Juni 2020 yang tercatat senilai USD 5,43 miliar.

“Kinerja yang sangat baik pada seluruh sektor di masa pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid19 ini harus dipertahankan dengan menjaga status penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia tetap terkendali,” kata Lutfi.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia