Masyarakat Pesimis Ketersediaan Lapangan Kerja Bakal Membaik hingga Akhir 2021

Masyarakat Pesimis Ketersediaan Lapangan Kerja Bakal Membaik hingga Akhir 2021Buruh pabrik garmen berjalan keluar pabrik di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (20/2/2017). - Antara/Yulius Satria Wijaya
09 Agustus 2021 15:37 WIB Maria Elena Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Ekspektasi konsumen terhadap ketersediaan lapangan kerja pada 6 bulan mendatang terpantau melemah.

Berdasarkan Survei Konsumen, Bank Indonesia (BI) mencatat indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja menurun ke zona pesimis menjadi 91,0.

Sebelumnya pada Juni 2021, indeks ekspektasi ketersediaan lapangan kerja terpantau masih berada di zona optimis sebesar 121,2.

“Indeks ekspektasi terhadap ketersediaan lapangan kerja terutama menurun pada kelompok pendidikan sarjana,” tulis BI dalam laporannya, Senin (9/8/2021).

Sementara itu, jika dilihat berdasarkan sisi usia, indeks ini tercatat menurun pada seluruh kelompok kategori usia.

Indeks ini pun berpengaruh pada perkiraan konsumen terhadap kondisi ekonomi 6 bulan ke depan. Indeks ekspektasi kondisi ekonomi (IEK) pada Juli 2021 turun ke zona pesimis sebesar 93,2, lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 124,4.

Di samping ketersediaan lapangan kerja, konsumen juga memperkirakan kegiatan usaha dan peningkatan penghasilan akan terbatas pada 6 bulan mendatang. Hal tersebut terindikasi dari menurunnya kedua indeks tersebut.

Pada Juli 2021, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) mengalami penurunan ke zona pesimis ke level 80,2, lebih rendah dari Juni 2021 sebesar 107,4.

Keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tertahan seiring dengan kebijakan pengetatan mobilitas untuk mengatasi peningkatan penyebaran varian Delta Covid-19.

Penurunan IKK terjadi pada seluruh kelompok pengeluaran, terutama pada responden dengan pengeluaran Rp1-2 juta per bulan. Dari sisi usia, penurunan IKK terjadi pada seluruh kelompok usia responden, terutama responden berusia 41-50 tahun.