2022, Pemerintah Alokasikan Subsidi Energi Lebih Banyak karena Harga BBM Naik

2022, Pemerintah Alokasikan Subsidi Energi Lebih Banyak karena Harga BBM NaikIlustrasi petugas melakukan tahap pengisian LPG pada tabung gas 3kg di SPBE Srengseng, Jakarta, Senin (1/2/2021). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
17 Agustus 2021 02:37 WIB Muhammad Ridwan Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah menyiapkan anggaran subsidi energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan subsidi energi tahun ini dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022. Tahun ini hanya Rp128,5 triliun dan tahun depan sebanyak Rp134 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa peningkatan subsidi energi tahun depan disebabkan oleh naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

“Kami akan melanjutkan subsidi solar Rp500 per liter, mengarahkan pelaksanaan kebijakan subsidi LPG tabung 3 kg, dan subsidi listrik kepada mereka yang membutuhkan, yaitu kelompok DTKS [Data Terpadu Kesejahteraan Sosial] secara bertahap, serta mendorong pengembangan energi baru,” katanya dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2022, Senin (16/8/2021).

Dia menuturkan, pemerintah akan melakukan transformasi subsidi energi secara bertahap karena tahun depan masih masuk ke dalam periode pemulihan ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Pelaksanaan transformasi energi itu juga akan ditentukan oleh kesiapan data penerima DTKS, serta kondisi ekonomi sosial dan masyarakat.

“Semuanya akan sangat ditentukan oleh timing-nya dari sisi kecepatan dan kekuatan pemulihan ekonomi itu sendiri,” jelasnya.

Berdasarkan Buku II Nota Keuangan Beserta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2022, subsidi energi terdiri atas subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg, serta subsidi listrik.

Baca juga: Genjot Vaksinasi Massal, Pemkot Jogja Libatkan Pemeirntah Kecamatan hingga Kelurahan

Dalam RAPBN 2022, subsidi energi direncanakan sebesar Rp134 triliun yang terdiri atas subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg sebesar Rp77,5 triliun, serta subsidi listrik sebanyak Rp56,47 triliun.

Anggaran subsidi BBM dan LPG tabung 3 kg dalam RAPBN tahun anggaran 2022 diperkirakan lebih tinggi 15,9 persen jika dibandingkan dengan outlook APBN 2021 sebesar Rp66,93 triliun.

Smentara itu, anggaran subsidi listrik lebih rendah 8,2 persen jika dibandingkan dengan outlook APBN 2021 sebesar Rp61, 52 triliun yang telah menampung kebijakan diskon listrik.

Adapun, perhitungan anggaran subsidi jenis BBM tertentu dan LPG tabung 3 kg pada 2022 dipengaruhi oleh beberapa asumsi dan parameter, seperti nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat dan ICP, subsidi terbatas minyak solar Rp500 per liter.

Selain itu, penghitungan tersebut juga mempertimbangkan volume BBM jenis solar sebanyak 15,1 juta kiloliter, minyak tanah 0,48 juta kiloliter, dan volume LPG tabung 3 kg sebesar 8 juta metrik ton.

Sumber : bisnis.com