Gamatechno Bantu Masyarakat Terdampak Pandemi

Gamatechno Bantu Masyarakat Terdampak PandemiPenyerahan bantuan ke Dapur Umum Buruh Gendong Perempuan. - Istimewa
03 September 2021 23:15 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Masih dalam semarak HUT ke-76 Republik Indonesia, PT Gamatechno Indonesia menyelenggarakan serangkaian kegiatan. Salah satunya, kegiatan CSR perusahaan berupa donasi untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19, pada Selasa (31/8/2021).

Program CSR kali ini Gamatechno menyalurkan bantuan berupa sejumlah uang tunai melalui program gtFilantropi serta mengajak seluruh karyawan untuk ikut berdonasi. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab perusahaan terhadap masyarakat yang terdampak pandemi.

“Diselenggarakannya kegiatan ini guna mendorong empati karyawan dan bagian dari tanggung jawab sosial PT Gamatechno Indonesia dalam membantu kelompok masyarakat yang sangat terdampak Covid-19,” ucap Vice President of People & Corporate Compliance PT Gamatechno Indonesia, Andri Wardhana, Kamis (2/9).

Penyaluran bantuan dilakukan melalui program #kitapedulikitaberbagi yang digalang oleh Swaragama group serta program #rakyatbanturakyat yang diinisiasi oleh Dapur Gendong. Kedua program tersebut memiliki fokus dalam membantu masyarakat yang terdampak pandemi dengan memberikan bantuan makanan kepada warga Jogja yang sedang menjalani isoman maupun kelompok rentan seperti buruh gendong perempuan, penarik becak, petugas kebersihan dan parkir serta kelompok minoritas.

“Kegiatan CSR yang kami lakukan menyasar pada kelompok masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan, terutama warga isoman yang kesulitan mendapatkan kebutuhan ketika isoman dan warga ekonomi lemah yang bekerja di sektor informal seperti buruh pasar, tukang becak,” ujar Andri.

Ke depannya, Andri berharap bahwa kegiatan CSR tersebut dapat berlanjut sehingga mampu memberikan kontribusi dalam membantu meringankan beban masyarakat dengan ekonomi lemah terlebih dimasa pandemi seperti saat ini. “Perusahaan dan segenap karyawan bisa terus melanjutkan kegiatan yang serupa untuk meringankan kehidupan masyarakat ekonomi lemah yang bekerja di sektor informal dan sangat terdampak Covid-19,” ucapnya. (***)