Menko Airlangga Minta Ekonomi di Papua Terus Dijaga Jelang PON XX

Menko Airlangga Minta Ekonomi di Papua Terus Dijaga Jelang PON XXPekerja menyelesaikan pembangunan venue Aquatic PON XX Papua di Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (13/3/2020). - Antara/Gusti Tanati
05 September 2021 19:47 WIB Dany Saputra Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX pada 2-15 Oktober 2021 mendatang, pemerintah meminta agar perekonomian di Papua terus dijaga.

Pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama pemerintah daerah (pemda), Bupati/Wali Kota, Kepala OPD Provinsi Papua, bersama Forkompimda Kabupaten/Kota seprovinsi Papua di Jayapura, Papua, Sabtu (4/9/2021), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar pemerintah setempat mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan belanja daerah.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua pada kuartal II/2021 yaitu sebesar 13,14 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Sektor yang tumbuh positif dan cukup tinggi di antaranya adalah sektor pertambangan dan penggalian sebesar 34,44 persen (yoy); transportasi dan pergudangan 14,82 persen (yoy); dan penyediaan akomodasi dan makan minum 6,71 persen (yoy).

Oleh karena itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta agar pemberian KUR bagi sektor usaha terus didorong. Sejak Januari sampai dengan 2 September 2021, penyaluran KUR di provinsi ini telah mencapai Rp1,40 triliun, dan diberikan kepada 31.097 orang debitur.

Dilihat dari sisi sektornya, penyaluran KUR terbesar yaitu kepada sektor perdagangan sebesar 52,14 persen; sektor jasa-jasa 23,56 persen; dan pertanian, perburuan, dan kehutanan sebesar 16,78 persen.

"Tiga sektor ini harus terus didorong, penerima KUR-nya sudah jauh lebih tinggi dari yang lalu," jelas Airlangga pada Rapat Koordinasi (Rakor) bersama kepala daerah di Jayapura, Papua, seperti yang dikutip dalam siaran pers, Minggu (5/9/2021).

Di sisi lain, realisasi total belanja earmarked Dana Alokasi Umum (DAU) atau Dana Bagi Hasil (DBH) agregat seprovinsi Papua adalah sebesar 14,69 persen.

Sementara realisasi anggaran insentif tenaga kesehatan baru mencapai sebesar 16,70 persen, dan dukungan vaksinasi terealisasi sebesar 8,62 persen. Airlangga meminta agar pemerintah daerah meningkatkan penyerapan anggaran di sisa tahun 2021 ini.

"Hal ini perlu menjadi perhatian masing-masing Pemda. Kami berharap dalam empat bulan tersisa di tahun 2021 ini, anggaran bisa terserap lebih tinggi," tuturnya.

Pada Rakor tersebut juga, Pangdam XVII Cendrawasih dan Ketua DPRD Papua, menyampaikan masukan perlunya penambahan jumlah PCR-Kit dan mesin PCR, untuk mengantisipasi pelaksanaan PON yang memerlukan testing dan screening dalam upaya penerapan protokol kesehatan. Di sela-sela Rakor tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) kepada pemerintah Provinsi Papua berupa vitamin, obat-obatan, dan masker.

Turut hadir secara fisik dalam Rakor tersebut yakni Menteri Perindustrian, Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, Pimpinan Komisi IX DPR RI, Sesmenko Perekonomian, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian, Ketua DPRD Papua, Kapolda Papua, Pangdam XVII Cendrawasih, Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesra, Sekretaris Daerah Provinsi Papua dan Wali Kota Jayapura. Sedangkan para Bupati/ Wali Kota lainnya seprovinsi Papua hadir secara virtual.

Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia