PHRI, IHGM, dan H3Y Bantu Pelaku Wisata di Gunungkidul

PHRI, IHGM, dan H3Y Bantu Pelaku Wisata di GunungkidulBupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga dari kiri) berfoto bersama perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Ikatan Hotel General Manager (IHGM), Himpunan Humas Hotel Yogyakarta (H3Y) di area Pantai Baron, Senin (6/9/2021). - Istimewa/H3Y
07 September 2021 07:37 WIB Bernadheta Dian Saraswati Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Ikatan Hotel General Manager (IHGM), Himpunan Humas Hotel Yogyakarta (H3Y) serta beberapa komunitas hotelier dari dalam dan luar Jogja memberikan dukungan kepada para pelaku pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Pada kegiatan yang sudah diinisiasi sejak awal Agustus 2021 tersebut, mereka membagikan bantuan yang dikumpulkan dari 107 hotel, restoran serta instansi di Sleman dan Kota Jogja. Bantuan ini didistribusikan di Pantai Baron, Gunungkidul, Senin (6/9/2021).

Ketua H3Y, Leno Christiannaldo mengatakan total dana donasi yang terkumpul mencapai Rp105.753.289 dan diserahkan dalam bentuk bahan pokok. “Bantuan sembako yang diberikan antara lain beras 4 ton, gula pasir 1,6 ton, minyak goreng 1.600 liter, mie instan 284 boks, dan susu saset 8.000 pcs, melalui rilis, Senin.

Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Ernowo yang didampingi oleh Ketua IHGMA Yogyakarta Herryadi Baiin dan perwakilan General Manager Hotel Novi Soesanto memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.

“Aksi solidaritas dari hotel-hotel di Yogyakarta ini diadakan dalam rangka melanjutkan kampanye #FromJogjaWithLove yaitu menyebarkan tanda cinta,” kata Leno, Senin.

Aksi ini menyimbolkan empati, semangat energi kebersamaan, dan harapan agar pariwisata Yogyakarta dapat segera kembali menapaki babak baru dan PPKM dapat segera selesai sehingga destinasi pariwisata di Yogyakarta dan sekitarnya dapat segera dibuka kembali. Selain itu, seluruh insan pariwisata juga berharap roda perekonomian dari sektor pariwisata dapat segera bangkit.

Dalam kegiatan ini, Deddy juga menyinggung tentang guyub sesarengan (rukun bersama-sama). "Seluruh insan pariwisata dalam satu nafas pariwisata harus saling rukun, bahu membahu dan saling membantu dan mendukung satu dengan yang lainnya, terutama di masa-masa sulit seperti ini,” kata dia.

Kegiatan ini, imbuh Deddy, juga menjadi simbol dan gambaran dari secercah harapan yang dilandasi semangat para hotelier yang tidak pernah padam. “Kami berharap aksi solidaritas ini bisa menjadi penghibur bagi pelaku pariwisata di Gunungkidul yang kini dalam keadaan lumpuh.”