Advertisement
PHRI, IHGM, dan H3Y Bantu Pelaku Wisata di Gunungkidul
Bupati Gunungkidul Sunaryanta (ketiga dari kiri) berfoto bersama perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Ikatan Hotel General Manager (IHGM), Himpunan Humas Hotel Yogyakarta (H3Y) di area Pantai Baron, Senin (6/9/2021). - Istimewa/H3Y
Advertisement
Harianjogja.com, JOGJA—Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY, Ikatan Hotel General Manager (IHGM), Himpunan Humas Hotel Yogyakarta (H3Y) serta beberapa komunitas hotelier dari dalam dan luar Jogja memberikan dukungan kepada para pelaku pariwisata yang terdampak pandemi Covid-19 dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Pada kegiatan yang sudah diinisiasi sejak awal Agustus 2021 tersebut, mereka membagikan bantuan yang dikumpulkan dari 107 hotel, restoran serta instansi di Sleman dan Kota Jogja. Bantuan ini didistribusikan di Pantai Baron, Gunungkidul, Senin (6/9/2021).
Advertisement
Ketua H3Y, Leno Christiannaldo mengatakan total dana donasi yang terkumpul mencapai Rp105.753.289 dan diserahkan dalam bentuk bahan pokok. “Bantuan sembako yang diberikan antara lain beras 4 ton, gula pasir 1,6 ton, minyak goreng 1.600 liter, mie instan 284 boks, dan susu saset 8.000 pcs, melalui rilis, Senin.
Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo Ernowo yang didampingi oleh Ketua IHGMA Yogyakarta Herryadi Baiin dan perwakilan General Manager Hotel Novi Soesanto memberikan bantuan sembako secara simbolis kepada Bupati Gunungkidul, Sunaryanta.
“Aksi solidaritas dari hotel-hotel di Yogyakarta ini diadakan dalam rangka melanjutkan kampanye #FromJogjaWithLove yaitu menyebarkan tanda cinta,” kata Leno, Senin.
Aksi ini menyimbolkan empati, semangat energi kebersamaan, dan harapan agar pariwisata Yogyakarta dapat segera kembali menapaki babak baru dan PPKM dapat segera selesai sehingga destinasi pariwisata di Yogyakarta dan sekitarnya dapat segera dibuka kembali. Selain itu, seluruh insan pariwisata juga berharap roda perekonomian dari sektor pariwisata dapat segera bangkit.
Dalam kegiatan ini, Deddy juga menyinggung tentang guyub sesarengan (rukun bersama-sama). "Seluruh insan pariwisata dalam satu nafas pariwisata harus saling rukun, bahu membahu dan saling membantu dan mendukung satu dengan yang lainnya, terutama di masa-masa sulit seperti ini,” kata dia.
Kegiatan ini, imbuh Deddy, juga menjadi simbol dan gambaran dari secercah harapan yang dilandasi semangat para hotelier yang tidak pernah padam. “Kami berharap aksi solidaritas ini bisa menjadi penghibur bagi pelaku pariwisata di Gunungkidul yang kini dalam keadaan lumpuh.”
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- Mensesneg: Harga BBM Belum Berubah, Warga Diminta Tak Terpengaruh Isu
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Populer
- BSI Salurkan Zakat Rp289 Miliar ke BAZNAS, Terbesar di Indonesia
- Tempe Indonesia Tembus Chile, Nilai Ekspor Rp2,1 Miliar
- WFH ASN Dimulai, Trafik Internet Diprediksi Tak Ada Lonjakan
- Inflasi DIY Maret 2026 0,45 Persen, Lebih Rendah dari Februari
- Aturan BBM Subsidi Baru, Logistik Nasional Terancam Terganggu
- Harga BBM Tertahan Saat Minyak Dunia Melonjak Tajam
Advertisement
Advertisement









