Industri Halal di Indonesia Berkembang di Masa Pandemi

Industri Halal di Indonesia Berkembang di Masa PandemiIlustrasi produk halal. - Reuters/Darren Staples
09 Oktober 2021 21:57 WIB Rika Anggraeni Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA - Industri halal di Indonesia terus berkembang meski di tengah masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan laporan dari Global Ekonomi 2020-2021, peringkat Indonesia dalam pengembangan ekosistem ekonomi dan syariah secara umum naik ke urutan keempat dari urutan kelima dibanding tahun sebelumnya.

Masih mengacu dari laporan tersebut, bahkan, sektor unggulan dalam industri halal Indonesia, yaitu sektor modest fashion dan ekspor makanan halal menempati peringkat ketiga dan keempat.

Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Bambang Himawan mengatakan pada triwulan II/2021 pertumbuhan sektor unggulan industri halal yang terdiri dari makanan halal, busana muslim, dan pariwisata ramah muslim mencapai 8,2 persen atau lebih tinggi dari pertumbuhan PDB nasional, yakni sebesar 7,07 persen.

Tak hanya itu, ekspor makanan halal Indonesia pada triwulan II/2021 juga mencapai US$10,36 miliar atau tumbuh sebesar 46 persen.

Sementara itu, pengeluaran untuk sektor modest fashion global pada tahun 2019 meningkat 4,2 persen menjadi US$277 miliar. Peningkatan ini juga diprediksi pada tahun 2024 akan meningkat menjadi US$311 miliar.

Menurut Bambang, Indonesia sebagai negara yang memiliki populasi Muslim terbesar di dunia harus mampu mengambil manfaat dari besarnya pasar produk halal.

“Para pelaku industri halal Indonesia harus mampu berkompetisi di pasar atau di panggung global,” ucapnya dalam acara virtual bertajuk “Kick Off dan Press Conference ISEF 2021”, Jumat (8/10/2021).

Dia melanjutkan industri halal dunia saat ini semakin berkembang pesat seiring bertambahnya jumlah penduduk muslim di dunia.

Bambang menuturkan jumlah penduduk Muslim dunia mencapai 1,8 miliar atau 24 persen dari populasi global dan terus bertumbuh.

Pertumbuhan ini turut mendorong prospek pasar industri halal ke depan. Namun demikian, pasar tersebut tidak hanya dilirik oleh negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim, melainkan juga oleh negara-negara yang mayoritas penduduk nonmuslim.

Tahun ini, BI bekerja sama dalam ekosistem ekonomi dan keuangan syariah nasional kembali menyelenggarakan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) kedelapan yang akan diselenggarakan pada 25-30 Oktober 2021.

“Di tengah upaya mendorong pemulihan ekonomi nasional, penyelenggaraan ISEF 2021 diharapkan dapat menjadi wadah akselerasi implementasi industri halal dengan fokus pada modest fashion dan food yang didukung penuh oleh perbankan syariah dan wakaf produktif,” kata Bambang.

Secara umum kegiatan ISEF 2021 bertujuan untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional sebagai outlet untuk showcase produk halal, produk domestik untuk sektor food dan fashion, dan mendorong perluasan pasar produk halal domestik, baik di dalam maupun luar negeri, serta sebagai showcase pengembangan ekonomi dan keuangan syariah untuk stakeholder terkait.

Sumber : JIBI/Bisnis.com