Perluas Pasar, Pelaku UMKM Diminta Bergabung dengan Berbagai Platform Digital

Perluas Pasar, Pelaku UMKM Diminta Bergabung dengan Berbagai Platform DigitalKepala Bidang Kewirausahaan Dinas Koperasi & UKM DIY Wisnu Hermawan disaat berbincang dengan para pelaku UMKM di sela kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Platform Digital Bagi Pelaku UKM, Rabu (27/10 - 2021) di Caturtunggal, Depok, Sleman.
28 Oktober 2021 05:57 WIB Abdul Hamied Razak Ekbis Share :

Harianjogja.com, SLEMAN- Para pelaku UMKM didorong untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualannya. Salah satu caranya, pelaku UMKM diminta bekerjasama dengan berbagai platform e-commerce dengan jaringan marketplace.

Kepala Bidang Layanan Kewirausahaan Dinas Koperasi UKM DIY Wisnu Hermawan mengatakan saat ini persaingan usaha tidak lagi dilakukan secara konvensional, melainkan online dan digital. Oleh karena itu ia berharap para pelaku UMKM dapat memperluas pasar dengan cara bekerjasama dengan berbagai platform e-commers dengan jaringan marketplace yang luas.

"Kami membuka seluas-luasnya kepada UMKM untuk bergabung dengan ekosistem manapun. Produk UMKM akan banyak pilihan dan pasar akan semakin luas," katanya di sela kegiatan pelatihan UMKM kerjasama Dinas Koprasi-UKM DIY kolaborasi JX Express dan JD.ID, Rabu (27/10/2021) di Caturtunggal, Sleman.

Pelatihan tersebut, katanya, bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada para pelaku usaha terutama UMKM agar dapat semakin berkembang dalam hal digitalisasi kegiatan jual-beli, khususnya pemanfaatan platform e-commerce. Menurut Wisnu semakin banyak UMKM yang bergabung dengan platform e-commers maka akan semakin memungkinkan mereka untuk naik kelas.

"Pelaku UMKM juga akan semakin banyak mengenalkan produknya kepada masyarakat. Jika semakin banyak memilih layanan armada dan marketplace, UMKM akan punya ruang untuk mengenalkan produknya. Mereka juga dapat menentukan pilihan marketplace mana yang kualitasnnya bagus dan mendukung mereka," katanya.

Baca juga: Begini Kronologi Guru & Siswa SMK di Sedayu Tertular Covid-19 saat PTM

Diakuinya, pelaku UMKM yang sudah aktif memasarkan produknya secara online dan digital di DIY baru Sleman, Kota Jogja dan Bantul. Sementara untuk Gunungkidul dan Kulonprogo masih belum banyak bermain. Hal ini terjadi karena salah satu kendalanya akses jaringan internet yang belum merata dan belum banyak platform yang melirik kedua wilayah tersebut.

"Kami berharap ke depan, kedua daerah tersebut juga dapat dilirik oleh semua platform. Sebab dari sisi produk, kualitasnya juga bagus. Hanya saja mereka terkendala oleh jaringan," ujar Wisnu.

Industrial Relations J-Express (JX) Indonesia Arditiandito mengatakan kegiatan tersebut bertujuan untuk mendorong dan memajukan bisnis para pelaku UMKM. "Melalui edukasi dan pelatihan pemasaran digital ini, kami hendak berbagi ilmu dan kiat sukses agar para seller dapat dengan mudah beradaptasi dan memanfaatkan digitalisasi kegiatan jual beli dengan sebaik mungkin," katanya.

Berdasarkan temuan data statistik, lebih dari 70% konsumen Indonesia masih memilih metode COD sebagai metode transaksi belanja dan pengiriman barang. Terlebih di situasi pandemi dimana kegiatan kual beli mayoritas dilakukan secara digital dan online. "Kami melihat metode COD sebagai jalan tengah, yang memungkinkan kedua belah pihak, seller dan pelanggan, merasakan kepuasan dan manfaat dari belanja online," katanya.

Ketua KWT Logayan Tempel Lia Budi Hendriyani mengatakan akibat pandemi Covid-19 penjualan UMKM banyak yang merosot. Pelatihan tersebut diharapkan bisa meningkatkan kembali omzet pelaku UMKM. "Ibarat bayi, kami harus merangkak lagi setelah melewati pandemi Covid-19 ini. Dengan pelatihan dan pameran-pameran seperti ini kami harapkan produk kami bisa terkatrol lagi," kata Lia.