Libur Nataru Ditiadakan, Begini Cara Ekonomi Tetap Bergerak Menurut BI DIY...

Libur Nataru Ditiadakan, Begini Cara Ekonomi Tetap Bergerak Menurut BI DIY...Ilustrasi. - Freepik
28 Oktober 2021 08:27 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Peniadaan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) dinilai akan mempengaruhi pergerakan ekonomi di DIY. Meski begitu alternatif lain masih bisa dilakukan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi di sisa 2021 ini.

“Pasti berpengaruh hitung-hitungan angka belum kami lakukan. Proyeksi kami kemarin masih sama untuk pertumbuhan ekonomi 2021 yaitu 5,2 – 6 persen,” ujar Plt. Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DIY, Miyono, Rabu (27/10/2021).

Miyono mengatakan upaya pencegahan Covid-19 memang harus terus dilakukan. Saat ini penting untuk terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk hidup bersih, serta menjaga protokol kesehatan. Hal lainnya dapat dilakukan dengan penerapan PeduliLindungi di berbagai lokasi. Termasuk perlu didorong percepatan vaksinasi.

Disisi lain, Miyono mengungkapkan untuk tetap menggerakkan roda perekonomian, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan. Selain mengoptimalkan pariwisata yang mulai bergerak saat ini, menurut Miyono, penyerapan anggaran Pemerintah perlu dimaksimalkan.

“Wisata digenjot dua bulan ini dengan memperhatikan protokol kesehatan. Realisasi sisa anggaran yang ada di pemerintah, genjot dioptimalkan sektor manapun. Akan memicu, menjadi daya ungkit sektor swasta untuk beraktivitas,” ucap Miyono.

Baca juga: Sepekan PPKM Level 2, Satpol PP Temukan Banyak Kafe Buka hingga Dinihari

Miyono mencontohkan salah satu proyek yang dapat memicu pergerakan ekonomi yaitu pembangunan jalan tol. Program tersebut dapat memberikan efek bergulir. Hingga akhirnya konsumsi masyarakat meningkat, yang saat ini dinilai masih rendah untuk konsumsi masyarakat.

Selain itu kegiatan belajar mengajar yang mulai bertahap dibuka, dengan prokes yang ketat bisa memberi dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi. “SD sampai SMA sudah mulai kalau saya lihat, walaupun belum semua, itu baik. Perguruan Tinggi kalau bisa melakukan itu ya bagus. Kuncinya dari Perguruan Tinggi sendiri, kita tahu mahasiswa datang dari berbagai penjuru Indonesia. Harus wajib vaksin, mungkin masuk kampus ada PeduliLindungi, tidak boleh dulu kumpul-kumpul yang tidak jelas,” ucapnya.

Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY, Bobby Ardyanto Setyo Ajie menilai kebijakan terkait libur Nataru tersebut akan mengurai wisatawan. “Efeknya teman-teman mesti ada sisi penurunan, dari yang biasanya di Nataru, menjadi suatu season yang ditunggu,” ujar Bobby.

Bobby menyoroti dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, sebenarnya terpenting adalah konsistensi kebijakan. Pasalnya, industri wisata perlu kepastian kebijakan. Selain itu monitoring dan evaluasi dari pergerakan wisatawanlah yang penting dilakukan.

“Sebaiknya bagaimana benar-benar di Jogja punya controlling sistematis. Kegiatan kepariwisataan bisa digerakan hitungannya aman. Aturan itu distandarkan, implementatif. Harus punya hal yang sistematis menghadapi pandemi ke depan. Tidak bisa sifatnya dinamis seperti ini,” ujarnya.

Patuh Prokes

Bobby juga selalu mengingatkan pada industri wisata sendiri untuk patuh pada prokes yang ada. Jangan sampai ada yang lengah, dan justru merugikan industri pariwisata. Pariwisata bisa bergerak, aman terkendali.

Kepala Dinas Pariwisata (Dinpar) DIY, Singgih Raharjo mengatakan kebijakan yang ada dalam upaya mengurangi risiko. Ia mengharapkan masyarakat wisatawan dan pengelola disiplin. “Kuncinya itu saja kala bicara tentang kerumunan, ada aturan kita taati. Kalau ada aturan PeduliLindungi QR Code mari lakukan,” ucap Singgih.