Advertisement
Bakal Melantai di Bursa, Widodo Makmur Perkasa Incar Dana Segar Rp1,83 Triliun
Manajemen Widodo Makmur Perkasa Holding dan Manajemen Fuji Electric berpose usai meneken kesepakatan awla kerja sama pembangunan pabrik pakan Ngawi di Jakarta, (8/7/2020). - widodomakmur
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA - Induk grup Widodo Makmur, yakni PT Widodo Makmur Perkasa Tbk. akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) dan mengincar dana segar maksimal Rp1,8 triliun.
Dalam prospektus IPO pada Rabu (27/20/2021), perseroan bergerak di bdiang usaha rumah potong hewan, perdagangan pakan ternak, perdagangan besar daging sapi, ayam dan olahannya, serta perdagangan besar bahan makanan dan minuman hasil pertanian
Advertisement
Induk usaha dari PT Widodo Makmur Unggas Tbk. (WMUU) ini akan menawarkan sebanyak-banyaknya 8,33 miliar saham baru yang merupakan saham biasa atas nama. Porsi tersebut mewakili 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO.
Nilai nominal saham ditetapkan Rp20 dan harga penawaran senilai Rp160 - Rp220. Dengan demikian, perseroan berpotensi mengantongi dana segar senilai Rp1,33 triliun – Rp1,83 triliun dalam aksi korporasi ini.
Widodo Makmur Perkasa juga mengadakan program ESA dengan jumlah sebanyak-banyaknya 7,50 persen dari saham yang ditawarkan dalam IPO atau sebanyak-banyaknya 625 juta saham. Perusahaan juga menyetujui pelaksanaan program MSOP dengan jumlah sebanyak-banyaknya 1,02 persen dari saham yang ditawarkan dan disetor penuh setelah IPO dan MSOP atau sebanyak-banyaknya 343,62 juta saham.
Masa penawaran umum direncanakan pada 27 Oktober - 9 November 2021 dan selanjutnya saham perseroan akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 26 November 2021.
Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia, dan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia. Sementara itu, penjamin emisi efek akan ditentukan kemudian.
Lebih lanjut, perseroan berencana menggunakan sebanyak 11,43 persen dana IPO setelah dikurangi biaya emisi untuk membiayai pengembangan kerja sama operasi export yard, logistisk, dan rumah potong hewan di Australia.
Selanjutnya, sekitar 19,05 persen akan dialokasikan untuk pembiayaan pembangunan fasilitas peternakan terintegrasi dan perkebunan jagung di Sumatera, Sulawesi, dan Papua.
Kemudian, 19,05 persen dana IPO juga akan digunakan untuk pemberian modal kepada entitas anak perseroan, 17,9 persen untuk pembayaran utang perseroan dan grup, dan 32,57 persen digunakan untuk modal kerja perusahaan, terutama pembelian bahan baku.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Berita Lainnya
Berita Pilihan
- KPK: Deadline Makin Dekat Banyak Pejabat Belum Lapor Harta Kekayaan
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Puncak Arus Balik Lebaran 2026, Daop 6 Jogja Padat 66 Ribu Penumpang
- Tak Perlu Buru-buru, Batas Lapor SPT Pajak Tiba-tiba Mundur
- KAI Prediksi Puncak Arus Balik Kereta Api Mulai Terjadi Minggu Ini
Advertisement
Advertisement
Musim Semi Tiba, Keindahan Bunga Sakura di Taman Yuyuantan Beijing
Advertisement
Berita Populer
- Aturan KBLI 2025 Terbit, Izin Usaha Makin Akurat dan Terintegrasi
- Bantuan Beras dan Minyak Goreng 33,2 Juta KPM Cair, April Tuntas
- Harga Cabai Anjlok Serentak, Bapanas Pastikan Stok Aman
- Konsumsi BBM Naik 28 Persen, Pertamina Jamin Stok Aman Saat Lebaran
- Harga Minyak Melejit, Pemerintah Siapkan Opsi WFH dan Hemat Rp80 T
- Update Harga Emas Hari Ini: Stabil di Rp2,26 Juta per Gram
- Inflasi DIY Maret 2026 Diprediksi Nyaris 1 Persen
Advertisement
Advertisement








