215.845 Warga Bantul Sudah Aktifkan IKD, Target 30 Persen Dikejar
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.
Sejumlah produk UKM dari berbagai wilayah di Kota Jogja mejeng dalam pameran yang digelar oleh Dinas Perdagangan setempat pada 1-7 November mendatang di atrium Malioboro mal. Harian Jogja/Yosef Leon.
Harianjogja.com, DANUREJAN--Dinas Perdagangan Kota Jogja menyelenggarakan pameran produk-produk usaha mikro dan kecil (UMK) di atrium mal Malioboro 1-7 November mendatang. Pameran produk yang mengangkat tema Tanggap-Tanggon-Tuwuh ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi pelaku UKM yang terdampak pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwisutono mengatakan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya ungkit ekonomi setelah pandemi perlahan-lahan mulai terkendali dengan optimal. Lewat kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada pelaku UMK ini, pemasaran produk serta upaya promosi diharapkan menghasilkan geliat bagi perekonomian.
BACA JUGA : GoTo Ajak Masyarakat Jadikan UMKM Lokal Sebagai Pilihan
Yunianto juga memastikan bahwa pelaksanaan pameran produk berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta diwajibkan untuk menegakkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi Pedulilindungi. "Kami mengambil tema sesuai dengan tema HUT Kota Jogja yang bermakna adaptasi, tangguh dan terus hidup dan berkembang," katanya.
Pameran akan berlangsung selama 14 hari dengan durasi tujuh hari di mal Malioboro dan akan berlanjut tujuh hari lagi di Galeria mal. Sebanyak 80 UMK yang terbagi menjadi 40 UMK di Malioboro mal dan 40 UMK di Galeria mal akan menyemarakkan gelaran pameran produk tersebut. "Para UMK berasal dari berbagai wilayah dengan berbagai varian produk seperti fesyen, batik, lurik, ecoprint, border, kulit, perak, home decor, aksesoris, makanan dan oleh-oleh serta kerajinan khas," ungkapnya
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi yang membuka secara langsung pelaksanaan pameran menyebut, ditetapkannya DIY sebagai wilayah berstatus PPKM level 2 memungkinkan pemerintah menggelar berbagai kegiatan meski tetap dalam sejumlah pembatasan. Hal ini dilakukan agar masyarakat perlahan-lahan bisa kembali beraktivitas normal dan pemulihan di berbagai sektor utamanya sosial dan ekonomi bisa dirasakan.
"Meski belakangan kasus cenderung ada sedikit kenaikan tapi kita per hari masih di bawah lima. Ini juga sebagai peringatan, agar bagaimana pelaksanaan kegiatan di masyarakat tetap mengacu pada protokol kesehatan dan senantiasa berhati-hati," kata Heroe.
BACA JUGA : GKR Hayu: Pelaku UMKM Harus Akrab dengan Teknologi
Heroe menambahkan, pelaksanaan pameran yang digelar di pusat perbelanjaan dikarenakan mal telah memiliki skema pemindai yang cukup optimal. Menurutnya, semua pusat perbelanjaan di Kota Jogja juga sudah dilengkapi dengan fasilitas Pedulilindungi yang berguna sebagai sistem skrining dan pelacakan otomatis jika sewaktu-waktu terjadi penyebaran Covid-19.
"Kami harapkan pengelola juga tetap menjaga dan mengawasi pelaksanaan berbagai kegiatan. Kami harapkan bahwa kebangkitan ekonomi bisa kembali menggeliat dan mal bisa dikunjungi kembali oleh masyarakat sambil tetap membiasakan dan beradaptasi di masa pandemi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 215.845 warga Bantul sudah mengaktifkan IKD. Disdukcapil memperluas jemput bola hingga kalurahan untuk mengejar target 30%.
Cleberson menyebut dukungan suporter menjadi kekuatan PSS Sleman saat menghadapi Dewa United di Banten International Stadium.
Kemenkeu mengungkap perkembangan pengalihan saham PSBI dan pembayaran utang Whoosh yang kini memasuki tahap finalisasi.
MTQ Nasional XXXI 2026 di Jawa Tengah berakhir dengan Jateng meraih peringkat kedua. Taj Yasin mendorong pembinaan Al-Qur’an berkelanjutan.
Aduan sampah di Sleman naik sekitar 40% pada 2026. Pembakaran sampah menjadi salah satu laporan yang paling banyak ditangani Satpol PP.
Pilur serentak Gunungkidul digelar 26 September 2026. Sebanyak 630 personel TNI-Polri disiapkan untuk pengamanan pemilihan.