Ojol Solusi Bantul Salurkan Sembako untuk Driver yang Tak Bekerja
Komunitas Ojol Solusi Bantul membagikan paket sembako kepada driver ojol yang sudah tidak bekerja sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian.
Sejumlah produk UKM dari berbagai wilayah di Kota Jogja mejeng dalam pameran yang digelar oleh Dinas Perdagangan setempat pada 1-7 November mendatang di atrium Malioboro mal. Harian Jogja/Yosef Leon.
Harianjogja.com, DANUREJAN--Dinas Perdagangan Kota Jogja menyelenggarakan pameran produk-produk usaha mikro dan kecil (UMK) di atrium mal Malioboro 1-7 November mendatang. Pameran produk yang mengangkat tema Tanggap-Tanggon-Tuwuh ini diharapkan bisa mempercepat pemulihan ekonomi pelaku UKM yang terdampak pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Jogja, Yunianto Dwisutono mengatakan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya ungkit ekonomi setelah pandemi perlahan-lahan mulai terkendali dengan optimal. Lewat kesempatan dan fasilitas yang diberikan kepada pelaku UMK ini, pemasaran produk serta upaya promosi diharapkan menghasilkan geliat bagi perekonomian.
BACA JUGA : GoTo Ajak Masyarakat Jadikan UMKM Lokal Sebagai Pilihan
Yunianto juga memastikan bahwa pelaksanaan pameran produk berlangsung dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Seluruh peserta diwajibkan untuk menegakkan protokol kesehatan dan menggunakan aplikasi Pedulilindungi. "Kami mengambil tema sesuai dengan tema HUT Kota Jogja yang bermakna adaptasi, tangguh dan terus hidup dan berkembang," katanya.
Pameran akan berlangsung selama 14 hari dengan durasi tujuh hari di mal Malioboro dan akan berlanjut tujuh hari lagi di Galeria mal. Sebanyak 80 UMK yang terbagi menjadi 40 UMK di Malioboro mal dan 40 UMK di Galeria mal akan menyemarakkan gelaran pameran produk tersebut. "Para UMK berasal dari berbagai wilayah dengan berbagai varian produk seperti fesyen, batik, lurik, ecoprint, border, kulit, perak, home decor, aksesoris, makanan dan oleh-oleh serta kerajinan khas," ungkapnya
Wakil Wali Kota Jogja Heroe Poerwadi yang membuka secara langsung pelaksanaan pameran menyebut, ditetapkannya DIY sebagai wilayah berstatus PPKM level 2 memungkinkan pemerintah menggelar berbagai kegiatan meski tetap dalam sejumlah pembatasan. Hal ini dilakukan agar masyarakat perlahan-lahan bisa kembali beraktivitas normal dan pemulihan di berbagai sektor utamanya sosial dan ekonomi bisa dirasakan.
"Meski belakangan kasus cenderung ada sedikit kenaikan tapi kita per hari masih di bawah lima. Ini juga sebagai peringatan, agar bagaimana pelaksanaan kegiatan di masyarakat tetap mengacu pada protokol kesehatan dan senantiasa berhati-hati," kata Heroe.
BACA JUGA : GKR Hayu: Pelaku UMKM Harus Akrab dengan Teknologi
Heroe menambahkan, pelaksanaan pameran yang digelar di pusat perbelanjaan dikarenakan mal telah memiliki skema pemindai yang cukup optimal. Menurutnya, semua pusat perbelanjaan di Kota Jogja juga sudah dilengkapi dengan fasilitas Pedulilindungi yang berguna sebagai sistem skrining dan pelacakan otomatis jika sewaktu-waktu terjadi penyebaran Covid-19.
"Kami harapkan pengelola juga tetap menjaga dan mengawasi pelaksanaan berbagai kegiatan. Kami harapkan bahwa kebangkitan ekonomi bisa kembali menggeliat dan mal bisa dikunjungi kembali oleh masyarakat sambil tetap membiasakan dan beradaptasi di masa pandemi," kata dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Komunitas Ojol Solusi Bantul membagikan paket sembako kepada driver ojol yang sudah tidak bekerja sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian.
Polisi memeriksa nakhoda dan sembilan ABK KM Nurul Salsa untuk mengungkap penyebab kapal tenggelam. Sebanyak 20 penumpang masih dicari.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 19 Juli 2026 lengkap dari Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 dengan 15 perjalanan setiap hari.
Ibrahima Konate menegaskan Prancis akan berjuang habis-habisan menghadapi Inggris demi membawa pulang medali perunggu Piala Dunia 2026.
KKP melatih 5.153 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih guna menyiapkan SDM profesional untuk mengelola kawasan ekonomi pesisir.