Advertisement
Artotel Group Dukung It’s Time for Bali
Artotel di Bali. IST
Advertisement
Harianjogja.com, JAKARTA— Artotel Group turut andil dalam program Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif Indonesia It’s Time for Bali, guna mendukung pemulihan sektor pariwisata domestik.
Program tersebut digalakkan untuk mengajak para wisatawan lokal mulai mengunjungi Bali kembali.
Advertisement
Artotel Group mendukung program tersebut dengan memberikan promo menginap di properti-properti yang terletak di Bali, yaitu Artotel Sanur, dan Artotel Haniman. Promo yang diberikan adalah diskon akomodasi sebesar 30% yang para wisatawan bisa nikmati mulai dari 1 November 2021 hingga 28 Februari 2022. Promosi ini tidak berlaku pada 21 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Director Marketing Communications Artotel Group, Yulia Maria, mengaku sangat antusias dengan program ‘’It’s Time for Bali yang dicanangkan oleh Kementrian Pariwisata Indonesia. “Tentunya kami berharap melalui program ini Artotel Group dapat turut berperan dalam memulihkan pariwisata Indonesia, khususnya di Bali. Kami sangat mengerti bahwa sektor pariwisata merupakan sumber mata pencaharian untuk penduduk lokal Bali, dan kami yakin dengan program It’s Time for Bali ini dapat sangat membantu membuat sektor ekonomi setempat menggeliat kembali,” kata Yulia Maria, Selasa (16/11/2021).
BACA JUGA
Ia menambahkan dengan diskon sebesar 30%, rasanya sangat sulit ditolak pelanggan setia Artotel. “Mari bersama–sama kita dukung program Kementerian Pariwisata dengan berlibur ke Bali,” ujarnya.’
Promosi dari Artotel Group untuk properti di Bali itu hanya berlaku untuk pembelian kamar melalui situs resmi Artotel Group di www.artotelgroup.com
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Berita Lainnya
Berita Pilihan
Advertisement
Pohon Tumbang di Sleman Dipicu Angin Kencang Saat Hujan Ekstrem
Advertisement
Diawali dari Langgur, Cerita Wisata Kepulauan Kei Dimulai
Advertisement
Berita Populer
- Update Harga Emas Hari Ini 21 Januari 2026, Masih Melonjak
- Bea Cukai Yogyakarta Bidik Rp929,64 Miliar pada 2026
- BI Perketat Stabilisasi Rupiah di Tengah Tekanan Global
- Puluhan Ribu Pekerja Indonesia Kena PHK di 2025, Ini Penyebabnya
- OJK Catat 72 Persen Pedagang Aset Kripto Berizin Masih Merugi
- DJP DIY Libatkan 340 Mahasiswa Dampingi Pelaporan SPT 2026
Advertisement
Advertisement



