Teknologi Berperan Penting dalam Meningkatkan Perlindungan Sosial

Teknologi Berperan Penting dalam Meningkatkan Perlindungan SosialKaryawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta. - Bisnis/Himawan L Nugraha
26 November 2021 10:27 WIB Denis Riantiza Meilanova Ekbis Share :

Harianjogja.com, JAKARTA — Teknologi memainkan peran penting dalam meningkatkan perlindungan sosial. 

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BP Jamsostek Anggoro Eko Cahyo dalam webinar internasional bertema Social Protection in the Face of Digitalization and Economic Uncertaintie. Webinar ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-44 BPJamsostek sekaligus merupakan rangkaian dari 38th Asean Social Security Association (ASSA) Board Meeting. 

Anggoro mengatakan, gelombang transformasi digital yang terjadi di tengah pandemi Covid-19 ini seharusnya tidak dilihat sebagai ancaman, tetapi harus dimanfaatkan sebagai peluang untuk memajukan perlindungan sosial ke tingkat yang lebih baik. 

“Teknologi juga memainkan peran penting dalam meningkatkan perlindungan sosial. Penggunaan teknologi informasi dalam perlindungan sosial dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi perekonomian suatu negara. Selain itu, juga memberikan kemudahan dan layanan yang lebih cepat serta keamanan yang lebih baik bagi penerima manfaat dan masyarakat,” ujar Anggoro, Kamis (25/11/2021). 

Dalam kesempatan yang sama Acting Director General NSSF Cambodia selaku The Chairman of ASSA 2020-2021 Heng Sophannarith mengapresiasi BPJamsostek yang menjadi tuan rumah ASSA Board Meeting dan menyelenggarakan webinar internasional terkait jaminan sosial. 

Baca juga: Jauh di Bawah UMK, Ini Besar Gaji Guru Honorer di Gunungkidul

Heng juga mengungkapkan bahwa penggunaan teknologi digital dapat meningkatkan efektivitas dan cakupan pertumbuhan ekonomi, serta kesejahteraan masyarakat. Digitalisasi memainkan peran penting dalam jaminan sosial diantaranya untuk memenuhi kebutuhan peserta ketika melakukan klaim, pembayaran iuran, maupun saat membutuhkan informasi terbaru terkait jaminan sosial. Selain itu, teknologi juga mampu meningkatkan kualitas dan manajemen data. 

Melalui webinar dan board meeting ini, dia juga berharap mampu menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dari pelaksanaan jaminan sosial di tengah era revolusi industri 4.0 dan pascapandemi Covid-19. 

Webinar yang diikuti oleh 1.800-an peserta dari berbagai negara tersebut terbagi dalam dua sesi diskusi panel. Sesi pertama membahas isu terkait 'Covid-19 and Economic Uncertainties: Impact and Policy Responses' dengan narasumber Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas Muhammad Cholifihani, Achim Schmillen dari The World Bank Indonesia, serta Head and Assistant Director of the Labour and Civil Service Division Asean Secretariat Mega Irena 

Untuk sesi kedua membahas 'Digital Solutions for Social Protection' dengan narasumber Director of Social Security Development International Social Security Association (ISSA) Raul Ruggia-Frick, Director Of Business Incubator & Accelerator CPF Board Singapore Ms Dorcas Fong, Head of Transformation SOCSO Malaysia Paul Kang Hian Beng, serta Direktur Perencanaan Strategis dan TI BPJamsostek Pramudya Iriawan Buntoro. 

Dalam rangkaian ASSA Board Meeting tahun ini, BPJamsostek juga menerima estafet kepemimpinan ASSA untuk periode 2021-2022. Selain itu, ASSA juga memberikan apresiasi kepada beberapa institusi yang berhasil melakukan inovasi terbaik dalam penyelenggaran jaminan sosial di negaranya, termasuk BPJamsostek yang mendapatkan Strategic Communication Recognition Award. Penghargaan tersebut diberikan kepada BPJamsostek yang dinilai berhasil mengaplikasikan strategi komunikasi terpadu dalam penanganan isu atau berita. 

Sumber : bisnis.com