Dukung Pemulihan Ekonomi, Mandiri Salurkan KUR Rp5,24 Triliun

Dukung Pemulihan Ekonomi, Mandiri Salurkan KUR Rp5,24 TriliunNasabah bertransaksi di mesin anjungan tunai mandiri (ATM) di salah satu pusat perbelanjaan. - Bisnis Indonesia/Felix Jody Kinarwan
19 Desember 2021 14:57 WIB Herlambang Jati Kusumo Ekbis Share :

Harianjogja.com, JOGJA—Bank Mandiri Region VII Semarang dan Yogyakarta tercatat sebagai salah satu cabang penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tertinggi. Total penyaluran per November 2021 menembus Rp5,24 Triliun. Upaya tersebut juga sebagai wujud dukungan Pemulihan Ekonomi.

Realisasi tersebut sudah mencapai 94,7% dari target penyaluran KUR di Region VII sebesar Rp5,53 Triliun. Tingkat Non Performing Loan (NPL) juga mampu dijaga rendah dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Rudi As Aturridha mengatakan optimis dengan penerapan layanan digital mampu mempercepat penyaluran KUR agar sesuai dengan target yang ditetapkan oleh Pemerintah. “Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, kami optimis akan mampu mendorong penyaluran KUR lewat potensi yang ada, dan dapat mencapai target KUR yang diamanatkan oleh Pemerintah,” ucap Rudi, Sabtu (18/12).

Rudi mengatakan Bank Mandiri mendukung upaya pemerintah menjaga momentum pertumbuhan ekonomi tahun ini, setelah tumbuh 7,07% pada triwulan II-2021. Caranya, perseroan terus mendorong gerak pertumbuhan bisnis di berbagai sektor ekonomi, termasuk sektor pariwisata.

Pariwisata menjadi salah satu sektor yang terdampak pandemi Covid-19 menyusul langkah Indonesia dan dunia internasional mengetatkan jalur masuk bagi wisatawan global guna mencegah penyebaran virus Covid-19. Alhasil, wilayah di Indonesia yang banyak menjadi destinasi turis Internasional seperti Bali dan DIY pun harus mengandalkan pada kunjungan wisatawan lokal.

“Kami menyadari bahwa pelaku sektor usaha, khususnya UMKM terdampak Covid-19 perlu mendapatkan perlakuan khusus agar mereka bisa bertahan, atau bahkan bangkit dengan melakukan penyesuaian proses bisnis. Untuk itu, kami siap mendukung inisiatif pemerintah ataupun stakeholder lain terkait upaya menjaga keberlangsungan hidup pelaku usaha, baik melalui pemberian perlakuan khusus berupa restrukturisasi ataupun pemberian kredit melalui pembiayaan bersubsidi dalam skema KUR,” kata Rudi.

Dia melanjutkan, penyaluran KUR ke sektor pariwisata merupakan bentuk komitmen untuk meningkatkan dan memperluas akses pembiayaan kepada usaha produktif, serta meningkatkan kapasitas daya saing Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), termasuk yang terkait dengan pariwisata. Bank Mandiri sendiri secara nasional secara aktif menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR) ke sektor pariwisata sebesar Rp4,79 triliun pada Januari-November 2021 kepada lebih dari 44.000 UMKM.

"Saat ini perekonomian masyarakat sudah menunjukkan perbaikan dan terus meningkat, kami berharap tren ini dapat terus berkembang sehingga memberikan dampak positif pada sektor usaha lainnya seperti pariwisata," ujarnya.

Adapun, sebaran usaha yang menjadi objek pembiayaan KUR Pariwisata Bank Mandiri meliputi penyediaan akomodasi, usaha kerajinan souvenir/makanan oleh-oleh khas, usaha warung makan, kafe, penyewaan transportasi dan jasa.

"Seiring dengan mulai pulihnya perekonomian, diharapkan akan mendorong terjadinya persaingan yang sehat serta berdampak pada peningkatan efisiensi dan kualitas layanan yang diberikan agar UMKM terus menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan," imbuhnya.

Di samping dukungan pembiayaan langsung kepada UMKM, Bank Mandiri juga memberikan pendampingan kepada UMKM dalam pengelolaan usaha untuk meningkatkan penjualan. Salah satunya, melalui pelatihan khusus untuk memperkenalkan program promosi secara digital dan pemanfaatan solusi pembayaran digital.